Breaking News:

Mayat Dalam Karung

Pelaku Utama Pembunuhan Toke Butut di Langsa Terancam Hukuman Mati, Temannya Jadi Buronan

"Ancamannya pidana hukuman mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara," sebut Kapolres saat menggelar konferensi pers, Minggu (25/7/2021) siang. 

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro, SH, SIK, MH, didampingi Kasat Reskrim, AKP Arief Sukmo Wibowo, SIK, saat merilis kasus pembunuhan berencana dan perampokan terhadap toke butut (barang bekas), Ridhwan, warga Gampong Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (25/7/2021). Pelaku utama pembunuhan yang merupakan anak buah korban berhasil diringkus di rumahnya pada Sabtu (24/7/2021) pagi. 

Sedangkan tersangka merupakan anak buah Ridhwan yang membantunya dalam usaha jualbeli barang bekas.

"Tersangka ZW mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati (dendam) akibat sering dimarahi dengan kata-kata kasar dan dipukul selama ia bekerja bersama korban," ujar Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH. 

Kapolres menambahkan, dendam korban memuncak hingga pada Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, tersangka ZW dengan memakai pisau buatan menikam perut korban Ridhwan sebanyak dua kali.

Saat itu, korban sedang tertidur di depan televisi di ruang tamu rumahnya.

Baca juga: VIDEO Misteri Mayat Dalam Karung di Aceh Timur Terungkap, Ternyata Toke Butut Asal Kota Langsa

Karena kahabisan darah usai ditikam pelaku, korban tidak lama kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

Mirisnya, sebelum meninggal dengan kondisi sudah sekarat (sakaratul maut), korban Ridhwan sempat bertanya kepada pelaku ZW mengapa ia tega membunuhnya. 

Pelaku ZW menjawab kepada korban bahwa itu merupakan pembalasan untuk perbuatan korban selama ini kepada pelaku.

"Inilah balasan atas perbuatanmu padaku," ujar pelaku ZW kepada korban yang ditirukan oleh Kapolres Langsa.

Setelah korban meninggal, sambung AKBP Agung, pelaku ZW menghubungi temannya berinisial DN (35), warga Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang (kini DPO), agar datang ke rumah korban untuk membantunya membuang mayat Ridhwan.

Selanjutnya, DN yang kesehariannya bekerja sebagai pencari barang bekas atau barang butut itu tiba di rumah korban.

Baca juga: Identitas Mayat Dalam Karung Terungkap, Ada Bercak Darah di Atas Spring Bed Korban

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved