Breaking News:

Berita Aceh Utara

Polisi Sita 2 Unit Yamaha R-25 dari Tersangka, Dibeli dengan Hasil Upah Jemput Sabu di Tengah Laut

Sepmor yang diamankan polisi tersebut adalah jenis Yamaha R-25, milik tersangka SY alias Lis (25), dan MA alias Bada (23), keduanya warga Seunuddon.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Dok Polres Aceh Utara
Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, didampingi Wakapolres, Kompol Joko Kusumadinata, dan Kasat Narkoba, Iptu Samsul Bahri, memperlihatkan barang bukti sabu dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara menyita dua sepeda motor (sepmor) yang baru dibeli diduga hasil upah jemput sabu di tengah laut setelah meringkus tiga tersangka.

Sepmor yang diamankan polisi tersebut adalah jenis Yamaha R-25, milik tersangka SY alias Lis (25), dan MA alias Bada (23), keduanya warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Lis dan Bada ditangkap di kawasan Aceh Tamiang oleh personel Polres Aceh Utara dibantu tim Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang pada 14 Juli 2021.

Sebelumnya, polisi terlebih dulu meringkus IH alias Ir (40), warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kasat Reserse Narkoba, Iptu Samsul Bahri kepada Serambinews.com, Minggu (25/7/2021), menyebutkan, tersangka SY dan MA menjemput sabu-sabu tersebut atas perintah dari AS alias UT, warga Kecamatan Idi, Aceh Timur. 

Sabu-sabu sebanyak 45 bungkus atau 45 kilogram (kg) tersebut tiba di perairan Seunuddon pada 6 Juli 2021, setelah mereka menjemputnya di perbatasan tiga Negara yakni, Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Baca juga: Dua Kurir Diupah Rp 300 Juta, Jemput Sabu di Perbatasan Tiga Negara

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Pelaku Sembunyikan 7 Kg Sabu di Rumahnya, Gara-gara Upah belum Dilunasi Tauke

Baca juga: Begini Alur Masuknya 45 Kg Sabu dari LN ke Aceh, Dua Kurir Menjemput di Perbatasan Tiga Negara 

Kemudian, 38 bungkus langsung dijemput oleh suruhan pengendali sabu-sabu tersebut yaitu AS alias UT pada malam itu juga. 

Lalu, tersangka SY pada 7 Juli 2021, lanjut Kasat Narkoba, datang ke kawasan Idi, Aceh Timur untuk mengambil bayaran.

Dari Rp 150 juta yang dijanjikan UT, SY hanya menerima Rp 60 juta, sehingga tersisa 90 juta. 

Sedangkan MA langsung menerima Rp 150 juta, sesuai upah yang dijanjikan oleh UT.

Uang Rp 150 juta tersebut diantar IB alias Hendra ke Kompleks Perumahan Nelayan di Seunuddon, Aceh Utara

“Pada 8 Juli 2021, SY dan MA datang ke kawasan Lhoksukon untuk membeli sepeda motor Yamaha R-25,” ujar Kasat Narkoba. 

Baca juga: Sebelum Ditangkap, Dua Tersangka Telah Loloskan 38 Kg Sabu ke Pemesan dengan Bayaran Rp 300 juta

Baca juga: Ternyata Sabu yang Dijemput Dua Kurir di Perbatasan Tiga Negara Capai 45 Bungkus

Baca juga: VIDEO Detik-detik Polisi Aceh Utara Tangkap Jaringan Sabu Internasional, 7 Kg Disita dari Loteng

Keduanya mengaku uang untuk membeli sepeda motor tersebut bersumber dari upah mereka menjemput sabu-sabu di tengah laut. 

Kini kedua unit sepeda motor itu sudah diamankan ke Mapolres Aceh Utara sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved