Breaking News:

Terombang-ambing 8 Malam di Lautan, Nelayan Aceh Terdampar di Pulau Pukhet Thailand

Sepanjang 2021, KKP bersama dengan Kementerian Luar Negeri dan pemda sudah memulangkan 78 nelayan.

Editor: Imran Thayib
FOTO DOK PPN IDI
Sebanyak 32 nelayan Idi, Aceh Timur, ditangkap militer Thailand pada Jumat (9/4/2021) pagi di sekitar perairan Teluk Benggala. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sinergi antara Kementerian Luar Negeri, Pemda Aceh, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan mampu memulangkan nelayan Indonesia yang terdampar di perairan Thailand.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak terkait yang terus berkoordinasi, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Pemda Aceh, sehingga kita bisa memulangkan nelayan kita dari Thailand," kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Antam Novambar dalam siaran pers yang dilansir Antaranews, Sabtu (24/7/2021).

Antam menjelaskan, nelayan tersebut telah sampai di Jakarta pada Jumat (23/7/2021).

Bahkan, sudah diserahterimakan kepada Badan Penghubung Pemerintah Aceh.

Ia menambahkan bahwa sebelum dilakukan pemulangan ke tempat tinggal, nelayan tersebut menjalani proses karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet, Jakarta.

"Saat ini, telah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dapat difasilitasi pemulangannya," ujar Antam.

Sementara Direktur Penanganan Pelanggaran KKP, Teuku Elvitrasyah menyampaikan, bahwa nelayan tersebut terdampar di wilayah perairan Racha Selatan, Pulau Phuket.

Kemudian, nelayan tersebut ditemukan aparat Thailand pada 13 Juni 2021.

Disebutkan, nelayan Aceh itu terdampar setelah mesin perahunya mengalami kerusakan.

"Nelayan tersebut awalnya seorang diri melaut dengan menggunakan perahu mesin tempel. Dikarenakan di tengah laut piston mesin terlepas, sehingga kapal terapung-apung di laut selama 8 hari 8 malam dan terbawa arus ke perairan Thailand," jelas Teuku.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved