Breaking News:

Luar Negeri

Peternak Babi China Menangis, Alami Kerugian Besar setelah Mata Pencahariannya Hanyut oleh Banjir

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama sepekan, telah membuat para peternak babi mengalami kerugian besar.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
JADE GAO / AFP
Seorang wanita membawa tas di jalan berlumpur setelah banjir parah dan tanah longsor dalam beberapa hari terakhir melanda kabupaten Gongyi, dekat Zhengzhou, di provinsi Henan, China pada 22 Juli 2021. 

SERAMBINEWS.COM, HENAN – Banjir besar yang melanda provinsi Henan, China telah melumpuhkan aktivitas wilayah tersebut.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama berhari-hari, telah membuat para peternak babi mengalami kerugian besar.

Peternak babi, Cheng hanya bisa meratapi hewan-hewanya mati karena banjir

Tak ada yang bisa dia katakan selain hanya pasrah setelah mata pencahariannya itu mati dan hanyut dibawa banjir.

Chen mengarungi banjir setinggi lutut, menarik babi mati satu per satu dengan tali dan menumpukkan bangkai babi yang membengkak untuk dibuang.

Baca juga: Seusai Banjir Bandang, Topan Hajar China, Olimpiade Tokyo Juga Terancam

Baca juga: Reporter Jerman Lumuri Tubuh Dengan Lumpur Sebelum Laporan Berita Banjir, Ini Akibat Begitu Ketahuan

Lebih dari 100 babi milik Cheng hanyut dan mati dalam banjir yang melumpuhkan provinsi Henan.

Mereka kini dibayang-baying oleh kehidupan yang suram saat mata pencahariannya tak tersisa satupun.

"Saya menunggu sampai ketinggian air turun untuk melihat apa yang harus dilakukan dengan babi yang tersisa," kata Chen, dikutip dari Reuters, Selasa (27/7/2021).

Ia merupakan seorang peternak berusia 47 tahun dari desa Wangfan, Kota Xinxiang, Henan.

"Mereka (babi) sudah tenggelam selama beberapa hari dan tidak bisa makan sama sekali. Saya berpikir tidak satu babi pun akan tersisa," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved