Kamis, 16 April 2026

Kopi Gayo Dinilai Bukan Lagi Terbaik di Eropa Hingga Ditolak Pasar, Ini Penyebab dan Solusinya

Kegusaran ini diutarakan Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh Ir Armia Hasan dalam webinar “Mengenal Kopi Gayo, Kopi Organik Terbaik

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Armia Hasan dalam webinar kopi Gayo 

Kegusaran ini diutarakan Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh Ir Armia Hasan dalam webinar “Mengenal Kopi Gayo, Kopi Organik Terbaik di Dunia” .

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kopi Gayo tidak bisa lagi menyandang gelar sebagai kopi organik terbaik di dunia.

Sebab telah ditolak pasar Eropa karena kadar glyphosate melebihi ambang batas yang ditetapkan Eropa, yakni 0,01 mg/Kg.

Kegusaran ini diutarakan Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh Ir Armia Hasan dalam webinar “Mengenal Kopi Gayo, Kopi Organik Terbaik di Dunia” .

Webinar ini diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Aceh, Kamis (29/7/2021).

Pembicara lain dalam webinar itu Haili Yoga (Sekda Bener Meriah),  Diki Zainal Abidin (Kepala Subdirektorat Bina Lelang III  DJKN) dan pembicara kunci Prihanto (Direktur Lelang DJKN).

Baca juga: Tindak Lanjuti Pemasaran Kopi Gayo, Sekda Temui Kepala Kantor DJKN dan Kepala Pajak Wilayah Aceh

Baca juga: Menteri Teten Masduki Dorong Koperasi Diperkuat untuk Sejahterakan Petani Kopi Gayo

Baca juga: Dijuluki ‘Ratu’ Kopi Gayo, Begini Kiprah Perempuan Pekerja Keras dengan Segudang Sertifikat Kopi Ini

“Istilah kopi organik terbaik tidak tepat lagi disandangkan kepada kopi Gayo, karena kopi Gayo tidak bisa masuk pasar Eropa lagi lantaran kadar glyphosate yang melebih ambang batas yang mereka tetapkan,” ujar Armia.

Namun di sejumlah negara lain, seperti Amerika, Jepang, Korea dan lain-lain masih meminati kopi Gayo dan belum menentukan ambang batas glyphosate seperti Eropa.

“Kalau disebut kopi organik terbaik, tentu kadar glyphosate harus di bawah ambang batas,” katanya.

Glyphosate adalah bahan dasar untuk membasmi rumput yang banyak digunakan oleh petani kopi.

“Glyphosate ini mengendap dan lama-kelamaan menumpuk dan diserap kopi,” ujar Armia.

Ia mengimbau agar tidak lagi digunakan bahan kimia mengandung glyphosate untuk membersihkan lahan.

Eskpor kopi Gayo Eropa berkisar 3-5 persen per tahun, terbesar adalah Amerika 60 persen. Selebihnya sejumlah negara di Asia.

Meski persentase ekspor ke Eropa terhitung kecil, namun menurut Armia Hasan tetap harus menjadi perhatian produsen kopi Gayo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved