Rabu, 8 April 2026

Kaki Putus Kena Pisau Babat

Begini Kondisi Kaki Petani Subulussalam yang Putus Tersambar Mesin Potong Rumput

Perawatan itu setelah pergelangan kaki kanannya putus akibat tersambar mesin pemotong rumput saat lakukan aktivitas potong di jalan dekat kebunnya

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Jaman Lingga (48) salah warga Desa Dusun Aman, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam dirawat di Rumah Sakit setelah kaminya putus akibat terkena mata pisau babat, Jumat (30/7/2021). 

Perawatan itu setelah pergelangan kaki kanannya putus akibat tersambar mesin pemotong rumput saat lakukan aktivitas potong di jalan dekat kebunnya, Jumat (30/7/2021).

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM -  Jaman Lingga (48), petani asal Dusun Darul Aman, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Perawatan itu setelah pergelangan kaki kanannya putus akibat tersambar mesin pemotong rumput saat lakukan aktivitas potong di jalan dekat kebunnya, Jumat (30/7/2021).

Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pine, yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan jika korban masih dirawat.

Sejauh ini menurutnya, kondisi kesehatan pasien sudah berangsur normal. Hal ini karena saat kejadian tidak terjadi pendaharahan hebat.

“Alhamdulillah, kondisi kesehatan pasien sekarang sudah berangsur membaik dan mulai normal. Tidak ada pendarahan hebat yang berakibat fatal, makanya pasien cepat membaik,” kata dr Dewi

Kendati dapat ditangani dengan baik, namun kaki korban yang putus total tidak dapat disambung kembali. Kaki tersebut akan cacat permanen.

Dikatakan, jika kondisi kesehatan tersebut tidak ada drop, maka proses perawatan di RSUD Subulussalam hanya berkisar 5-6 hari.

“Insha Allah kalau tidak ada aral melintang paling 5-6 hari pasien sudah bisa pulang, karena sekarang kondisinya juga semakin membaik,” terang dr Dewi.

Secara tepisah, Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK, mengkonfirmasi peristiwa kaki warga putus terkena pisau babat.

Kronologis kejadian menurut Kapolres AKBP Qori Wicaksono bermula sekitar pukul 08.30 WIB korban diajak sang istrinya bernama Tunu untuk membersihkan jalan di depan kebun miliknya.

Kebun itu  berjarak sekitar lima  kilometer dari rumahnya. Isteri mengajak memberilaihkan rumput jalan dengan alasan  berencana untuk menanami sayur mayur di sana.

Kebun korban berlokasi di persawahan belakang Desa Lae Langge Kecamatan Sultan Daulat.

Jaman yang keadaannya sebagai penyandang disabilitas tunawicara menuruti ajakan istrinya berangkat ke kebun untuk membersihkan rumput jalan di depan kebunnya itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved