Kaki Putus Kena Pisau Babat
BREAKING NEWS - Kaki Petani di Subulussalam Putus Terkena Pisau Babat
Nasib nahas menimpa Jaman Lingga (48) salah warga Desa Dusun Aman, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
Sebelumnya insiden itu pernah merenggut lengan dan nyawa Anna Mutia (28), pada Senin (28/12/2020) di Abdya.
Banyak kasus serupa terjadi di sejumlah daerah di Aceh.
Tapi hampir semuanya tak terungkap ke publik, karena tidak dilaporkan ke kepolisian.
Baca juga: Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Berkunjung, Negara Mana Saja Belum Diumumkan
Kebanyakan insiden ini dianggap sebagai bagian dari kecelakaan kerja dan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, dari sejumlah kejadian ini, insiden yang menimpa Anna Mutia (28) perawat Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya), adalah yang paling menyita perhatian publik.
Sebab awalnya, kasus ini sempat berbalut misteri.
Anna sempat menjadi pusat perhatian dan pemberitaan, karena mengalami kecelakaan misterius di tengah jalan yang sepi.
Dalam pemberitaan awal, Anna kehilangan lengan kanannya saat mengendarai sepeda motor, dalam perjalanan pulang dari tempat tugasnya di RSUTP Abdya.
Awalnya, keluarga, medis, bahkan polisi pun kebingungan dengan insiden yang menimpa Anna.
Sebab tidak ada unsur perampokan ataupun kekerasan dalam insiden kecelakaan itu.
Semuanya merasa bingung karena lengan kanan Anna putus tiba-tiba tanpa indikasi dia mengalami tindak kekerasan.
Setelah sembilan hari berbalut misteri, akhirnya polisi berhasil mengungkap penyebab putusnya lengan Anna, beberapa jam setelah Anna meninggal dunia di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, Selasa (5/1/2021).
Innalillahiwainnailaihirajiun.
Kerja keras pihak kepolisian berhasil mengungkap misteri putusnya lengan Anna.
Ternyata Anna menjadi korban tebasan pisau pemotong rumput yang lepas dari mesin potong rumput milik petani yang sedang bekerja di sekitar jalan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-kena-pisau-mesin-potong-rumput-di-subulussalam.jpg)