Breaking News:

Berita Aceh Timur

Mantan Keuchik di Aceh Timur Divonis 5 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi Dana Desa Rp 625,5 Juta

Kajari Aceh Timur mengatakan, selama proses penyelidikan dan penyidikan, terdakwa kabur dari tempat tinggalnya.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Serambinews.com
Ilustrasi Korupsi Dana Desa. Mantan keuchik di Aceh Timur divonis lima tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi dana desa. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kajari Aceh Timur, Semeru, SH, MH melalui Kasi Intel, Andy Zulanda, SH mengatakan, bahwa terdakwa Jalal Andi Ferdiansyah selaku mantan keuchik Gampong HTI Ranto Naru, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2017, semasa ia menjabat yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.625.503.152 atau Rp 625,5 juta.

Hal itu sesuai dengan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara/Daerah Nomor: 39/ITKAB – K/2020 tanggal 18 Mei 2020 yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Timur.

Akibat perbuatannya itu, jelas Kajari, terdakwa didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RINomor 20 Tahun 2001.

Kajari Aceh Timur mengatakan, selama proses penyelidikan dan penyidikan, terdakwa kabur dari tempat tinggalnya.

Namun kemudian, mantan keuchik tersebut ditemukan telah berada di Lapas Binjai atas perkara pencurian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jalal Andi Ferdiansyah selaku mantan keuchik Gampong HTI Ranto Naru, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur divonis pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subside 6 bulan karena terbukti melakukan korupsi dana desa.

Baca juga: Mantan Datuk di Aceh Tamiang Ditangkap di Langkat, Diduga Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar Lebih

Baca juga: Penyidik Limpahkan Lima Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa ke Kejari Simeulue

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Desa di Simeulue, Kuasa Hukum Minta Kliennya Dibebaskan dari Jeratan Hukum

Sidang pembacaan putusan itu dipimpin oleh Hakim Ketua Zulfikar SH MH, dibantu oleh Hakim Anggota Nani Sukmawati SH dan Mardefni SH MH.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang secara online di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (2/8/2021) sore, itu adalah Wahyudi SH.

Hakim memutuskan terdakwa Jalal terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  20 Tahun 2001.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ungkap majelis hakim dalam sidang putusan itu.

Selain itu, majelis hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 625 juta paling lama dalam waktu satu bulan, sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap.

Baca juga: VIDEO - Diduga Korupsi Dana Desa, Oknum Kepala Desa dan Aparat Desa Ditahan Polisi

Baca juga: Keuchik Dihukum Kembalikan Rp 724 Juta, Kasus Korupsi Dana Desa di Aceh Utara

Baca juga: Korupsi Dana Desa Rp 524 Juta, Mantan Keuchik di Aceh Utara Dihukum 4,5 Tahun Penjara

"Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun," ungkap hakim.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved