Minggu, 26 April 2026

Internasional

Jenderal Muda Afghanistan Tingkatkan Reputasinya Melawan Taliban di Medan Perang

Seorang jenderal muda di salah satu provinsi di Afghanistan terus berupaya menghadang serangan militan Taliban.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sami Sadat (36) perwira militer tertinggi di Afghanistan Selatan yang berhasil menghadang serangan Taliban. 

“Karena saya tahu kami akan menang,” katanya kepada AFP, Kamis (12/8/2021), dalam wawancara melalui telepon dari garis depan Lashkar Gah.

"Saya tahu ini adalah negara kita, bahwa Taliban gagal, cepat atau lambat mereka akan gagal," ujarnya.

Tapi ada lebih dari yang terlihat, kata rekan-rekan perwira dan teman-teman.

Baca juga: Taliban Gempur Perkotaan, Warga Bersembunyi Ketakutan dan Melarikan Diri

"Dia sama sekali tidak naif," kata seorang pejabat keamanan yang meminta tidak disebutkan namanya.

“Dia memiliki visi yang sangat strategis dan analisis yang sangat mendalam tentang apa yang terjadi,” kata seorang jenderal yang merupakan rekan Sadat di agen mata-mata.

Lulusan dari King's College yang bergengsi di London, Sadat memulai karir militernya di kementerian dalam negeri Afghanistan.

Dia menerima pelatihan militer di Jerman, Inggris, Polandia dan Amerika Serikat.

Dia juga bertugas di Direktorat Keamanan Nasional, badan mata-mata Afghanistan.

Sadat lebih suka berbicara tentang anak buahnya daripada dirinya sendiri dan keluarganya.

Perwira senior dan kerabat mereka adalah target khusus untuk regu pembunuh Taliba, bahkan menolak untuk mengatakan di mana dia dilahirkan.

Tetapi dia juga ingin berbicara tentang perang, yang dia lakukan dengan percaya diri dan dengan kejam.

"Setiap Taliban yang datang ke Lashkar Gah akan mati atau cacat seumur hidup," katanya kepada AFP.

Meski begitu, dia mengakui butuh waktu untuk mengamankan kota sepenuhnya.

Pada 4 Agustus 2021, Sadat meminta warga untuk meninggalkan Lashkar Gah, sehingga militer bisa melancarkan serangan balasan habis-habisan.

Tapi dia masih menahan diri dengan mengatakan takut menyakiti mereka yang memilih untuk tetap tinggal.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved