Breaking News:

Lifestyle

Bulan Muharram 1443 H, Ini Aktivitas Keagamaan di Indonesia, dari Potong Kerbau sampai Berendam

Bulan Muharram atau Tahun Baru Islam (Hijriyah) merupakan lembaran baru bagi umat Islam dalam menjalani hari-harinya.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD SAPUTRA
Ratusan santri Pesantren Jabal Nur Jadid, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pawai taaruf dalam rangka menyambut tahun baru islam 1 Muharram 1441 Hijriah, Sabtu (31/8/2019) malam. 

SERAMBINEWS.COM - Bulan Muharram atau Tahun Baru Islam (Hijriyah) merupakan lembaran baru bagi umat Islam dalam menjalani hari-harinya.

Penamaan tahun Hijriyah, mengikut saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. 

Hijrah Rasulullah SAW tersebut menjadi awal tahun Hijriyah bagi umat Islam.

Di Indonesia sendiri, Tahun Baru Hijriyah juga disebut sebagai Bulan Sura, pada bulan ini masyarakat Indonesia melakukan aktivitas dan berbagai kegiatan seperti ritual-ritual khusus pada bulan Sura.

Berikut ini, ada beberapa ritual di Indonesia pada beberapa kawasan, saat menyambut tahun baru atau Sura.

Penjelasan ini sebagaimana dikutip dari buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Syaban, ditulis oleh Dra Udji Asiyah M.Si dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2016.

Baca juga: Bagaimana Hukum Berpuasa Sebulan Penuh pada Bulan Muharram? Simak Penjelasan Buya Yahya

Ada Apa dengan Bulan Sura?

Bulan Muharam yang menjadi awal tahun baru hijriah (Sura/Jawa) menurut kepercayaan sebagian masyarakat Jawa adalah bulan yang sangat baik untuk menyelenggarakan ritual-ritual khusus. Antara lain seperti berikut ini:

Tulungagung, Jawa Timur

Menyambut 1 Sura dengan ritual melarungkan kepala kerbau di Laut Selatan Popoh. Potongan kepala kerbau itu ditaruh di sebuah sampan dengan tumpeng nasi kuning besar yang dihias dengan bunga-bunga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved