Korban Meninggal juga Dihantam dengan Kayu, Kasus Bentrok Berdarah Sesama Saudara di Hutan Singkil
Bentrok berdarah sesama saudara di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia
* Lapak Rebutan Kayu Ternyata Masuk Kawasan Terlarang
SINGKIL - Bentrok berdarah sesama saudara di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat luka-luka ternyata tidak hanya menggunakan senjata tajam (parang).
Namun, kayu juga turut menjadi senjata dalam perkelahian maut melibatkan delapan orang yang terdiri atas ayah, anak, menantu, dan kakak beradik.
Hal tersebut diketahui berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang dihimpun Serambi, Kamis (12/8/2021).
Bukti penggunaan kayu antara lain, luka yang diderita korban meninggal dunia, Eko Handayani (27), bukan hanya akibat sabetan senjata tajam tapi ada bekas hantaman benda tumpul berupa kayu di bagian belakang kepalanya.
Luka bekas pukulan kayu juga diderita Awaludin (36), abang dari Eko Handayani. Tulang tangan Awaludin remuk terkena pukulan kayu.
Informasi terbaru juga menyebutkan bahwa korban luka ternyata empat orang.
Sebelumnya diketahui hanya tiga. Korban luka tersebut Bangun Angkat (60) dan Andi Syahputra (20) yang dirujuk ke salah satu rumah sakit di Banda Aceh.
Korban luka lainnya Kamilin (28) dan korban luka yang baru mencuat adalah Awaludin.
Hail penelusuran Serambi juga terungkap bahwa lokasi perkelahian maut yaitu hutan kawasan Lae Treup, masuk dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil.
Masuk ke kawasan itu harus menggunakan perahu menelusuri sungai Singkil, dari permukiman penduduk Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, Kecamatan Singkil.
Sekitar 45 menit naik perahu ke arah hulu sungai di sebelah kiri ada sungai kecil yang di pintu masuknya terdapat gapura besi bertuliskan Suaka Margasatwa Rawa Singkil.
Sungai kecil itu bernama Lae Treup alur masuk ke Suaka Margasatwa Rawa Singkil.
Amatan Serambi saat masuk ke Suaka Margasatwa Rawa Singkil, sekitar setahun lalu, di dalamnya terdapat pondok pencari lele, bunga vanda hookeriana, orang utan, serta aneka jenis pepohonan besar dan kecil.
Penjabat (Pj) Keuchik Rantau Gedang, Irwansyah Rizal, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, perkelahian diduga kuat akibat perebutan lokasi pengambilan kayu.