Berita Aceh Singkil

Perkelahian Maut di Hutan Singkil belum Ada Perdamaian, Malam Hari Mencekam

Kasus perkelahian di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, lanjut ke ranah hukum

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Warga mengevakuasi korban akibat perkelahian di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Selasa (10/8/2021) petang. 

Dalam penelusuran Serambinews.com, juga terungkap lokasi perkelahian maut di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, masuk dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil. 

Serambinews.com, sudah berulang kali masuk ke belantara Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

Masuk ke kawasan itu naik perahu menelusuri sungai Singkil, dari permukiman penduduk Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, Kecamatan Singkil.

Sekitar 45 menit naik perahu ke arah hulu sungai di sebelah kiri ada sungai kecil yang di pintu masuknya terdapat gapura besi bertuliskan Suaka Margasatwa Rawa Singkil. 

Sungai kecil itu bernama Lae Treup alur masuk ke Suaka Margasatwa Rawa Singkil. 

Sekitar setahun lalu Serambinews.com, masuk ke Suaka Margasatwa Rawa Singkil, di dalam terdapat pondok pencari lele.

Kemudian bunga vanda hookeriana, orangutan dan tentu saja aneka jenis pepohonan besar kecil.

Pohon itu lokasinya cukup jauh dari sungai Lae Treup. Menjangkaunya harus masuk ke dalam selanjutnya jalan kaki di hamparan rawa. 

Suaka Margasatwa Rawa Singkil, sesungguhnya merupakan kawasan terlarang menebang pohon.

Namun di situlah lapak atau anca penebangan kayu pelaku perkelahian berujung kematian.  

Penjabat (Pj) Keuchik Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Irwansyah Rizal, mengatakan penyebab saling bacok menggunakan senjata tajam itu diduga kuat perebutan lokasi pengambilan kayu. 

Irwansyah menceritakan dalam hutan  ada satu lokasi pengambilan kayu yang jalan masuknya dari sungai kecil Lae Treup ke dalam hutan. 

Disebutkan Pj Keuchik Rantau Gedang, Eko Handayani korban meninggal merupakan warganya.

Eko, sebut Pj Irwansyah membuka jalan menuju lokasi pengambilan kayu. Warga setempat menyebut lokasi pengambilan kayu sebagai lapak atau anca. 

Di pihak lain, Bangun Angkat korban luka parah buka jalan dari sisi lain, namun ternyata tujuan lokasi pengambilan kayu sama. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved