Berita Aceh Singkil
Perkelahian Maut di Hutan Singkil belum Ada Perdamaian, Malam Hari Mencekam
Kasus perkelahian di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, lanjut ke ranah hukum
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Awaludin lebih dahulu sampai ke lokasi adiknya Eko Handayani.
Di lokasi Awaludin melihat Eko sudah tak berdaya sambil menggenggam parang dengan luka parah bekas sabetan senjata tajam dan benda tumpul.
Di lokasi ada Bangun Angkat serta empat anaknya, yakni Gondo, Andi Syahputra, Agus dan Syahrudin.
Awaludin sempat meminta agar Bangun Angkat yang merupakan mertuanya tidak membunuh adiknya.
Termasuk dirinya yang sempat kena hantaman benda tumpul hingga tulang tangannya remuk.
Sejurus kemudian datang Kamilin. Kamilin sempat mendapat serangan. Namun berhasil lari walau mendapat luka sabetan.
Kamilin dan Awaludin datang ke lokasi Eko disebut-sebut tanpa membawa senjata tajam, sehingga aksi saling bacok belum libatkan pihaknya.
Tak lama kemudian Kamilin yang lari datang kembali kali ini dengan membawa senjata tajam.
Disitulah diduga kembali terjadi perkelahian sama-sama menggunakan senjata tajam.
Baca juga: Bertambah Lima, Kasus Covid-19 di Langsa jadi 75 Orang
Hingga akhirnya Bangun Angkat dan Andi Syahputra (anak Bangun Angkat) roboh dipenuhi luka.
Setelah itu Bangun Angkat dan Andi Syahputra dibawa ke Desa Teluk Rumbia, oleh Gondo, Agus dan Syahrudin.
Selanjutnya di bawa ke Puskesmas Singkil, lalu dirujuk ke RSUD Aceh Singkil.
Akan tetapi karena luka parah dari RSUD Aceh Singkil, kembali dirujuk ke salah satu rumah sakit di Banda Aceh.
Sementara Awaludin yang merupakan kakak dari Kamilin dan Eko Handayani.
Meminta Kamilin pulang ke Teluk Rumbia meminta bantuan. Awaludin sendiri memilih menunggu Eko Handayani dalam hutan dengan kondisi sekarat.
Sementara itu Kapolres Aceh Singkil, AKBP Iin Maryudi Helman melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Triyananto, saat dikonfirmasi terkait motif dan apakah sudah ada penetapan tersangka, Kamis (12/8/2021) menyatakan dalam proses pemeriksaan.
Kasat Reskrim memastikan ketika sudah ada perkembangan akan mengabari Serambinews.com. "Masih kita Proses. Nanti kalo ada perkembangan kami kabari," kata Noca.
Kemarin ketika dikonfirmasi ulang mengenai perkembangan pemeriksaan Kasat Reskim, mengatakan setelah selesai segera dilakukan keterangan pers.
Baca juga: Sudah Lima Orang Nyatakan Berniat Adopsi Bayi Laki-laki dari Jeunieb
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perkelahian menggunakan senjata tajam melibatkan delapan warga yang masih punya hubungan saudara terjadi di hutan kawasan Lae Treup, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, pada Selasa (10/8/2021).
Tujuh dari delapan orang yang terlibat dalam perkelahian itu merupakan warga Desa Teluk Rumbia.
Mereka adalah Bangun Angkat (60), Gondo, Andi Syahputra (20), Agus, Syahrudin, Awaludin (36), dan Kamilin (28). Sementara satu orang lagi yaitu, Eko Handayani (27), merupakan warga Desa Rantau Gedang.
Kedua desa yang letaknya bersebelahan tersebut berada di Kecamatan Singkil.
Korban meninggal dunia dalam adu bacok adalah Eko Handayani. Sedangkan yang luka serius yakni Bangun Angkat, Andi Syahputra dirujuk ke salah satu rumah sakit di Banda Aceh.
Sedangkan dua korban luka lagi Kamilin dan Awaludin dirawat di rumah sakit yang ada di Aceh Singkil.
Korban meninggal Eko Handayani, jasadnya telah dikebumikan. Setelah terlebih dahulu dilakukan visum di Puskesmas Singkil.(*)
Baca juga: Remaja Aceh Jaya Menderita Thalassemia, Kini Kaki Kanan Membusuk