Berita Aceh Barat
Soal Kasus Tabrakan Nelayan di Laut, Begini Kata Kepala DKP Aceh Barat
Pemkab Aceh Barat belum bisa bersikap secara tegas dalam kasus tersebut kecelakaan tabrakan tabrakan kapal nelayan di perairan laut Meulaboh
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat belum bisa bersikap secara tegas dalam kasus tersebut kecelakaan tabrakan tabrakan kapal nelayan di perairan laut Meulaboh.
Pasalnya, pihaknya setelah menanyakan langsung pada korban, sejauh ini pihak korban sendiri tidak melihat secara terang siapa yang menabrak mereka saat kecelakaan tersebut, apakan tongkang atau kapal mana.
“Kita belum bisa bersikap, sebab pihak korban dari nelayan sendiri tidak mengetahui apakah kapal mereka benar dihantam oleh kapal atau bukan,” kata Kepala Dinas kelautan dan Perikanan Aceh Barat Erni Wanti kepada Serambinews.com, Sabtu (14/8/2021).
Dikatakannya, terkait hal tersebut tentunya memerlukan bukti yang kuat, sehingga belum bisa disimpulkan atau memvonis siapa yang menabrak kapal nelayan tersebut.
Baca juga: Kisah Nelayan Aceh Barat Ditabrak Kapal Pengangkut Barang, Mengapung di Atas Fiber Hingga Selamat
Dijelaskannya, bahwa seharusnya dari radio radar seharusnya sudah ada hasilnya, dan radio radar tersebut sudah diserahkan kepada Syahbandar.
Namun sampai saat ini hal tersebut belum diumumkan, sebenarnya kapal-kapal mana saja yang melintas saat itu.
Pihaknya mengaku belum bisa memvonis siapa yang menabrak kapal nelayan itu.
Sedangkan pihak korban sendiri tidak melihat secara jelas siapa yang menabrak mereka.
Namun demikian pihaknya masih terus melakukan pencarian fakta-fakta di lapangan sebagai bukti disamping adanya pihak kepolisian yang menyelidiki kasus tersebut.
Baca juga: Seorang Kakek di Aceh Utara Ditemukan Meninggal dengan Bekas Jeratan di Leher
Terkait kasus tersebut pihaknya dengan panglima laot juga akan terus melakukan upaya-upaya guna mendapatkan kejelasan menyangkut dengan kasus tersebut supaya ada titik terangnya.
Sementara kondisi Kapal MM Dek Rita milik Nurullah (28) warga Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo mengalami kerusakan parah, yang saat itu Nurullah bertindak sebagai Kapten Kapal.
Sedangkan Nazaruddin (48) warga Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, saat itu bertindak sebagai ABK di Kapal 8 GT tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (19/8/2021) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, sekitar 10 mil dari bibir pantai Meulaboh.
Baca juga: Seorang Wanita Pingsan di Jalan Medan - Banda Aceh, Mengaku Jalan Kaki dari Stabat ke Langsa
Saat di lokasi awalnya mereka sedang menghadapi angin kencang hingga mengembangkan layar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/erni-wanti-kadis-pemberdayaan-masyarakat-dan-gampong-kabupaten-aceh-barat.jpg)