Koalisinya Tak Pernah Stabil, PM Malaysia Muhyiddin Akan Mundur Besok
Muhyiddin dijadwalkan melakukan audiensi khusus dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah di Istana Negara.
Perseteruan kedua partai memanas pada pemilihan regional di negara bagian Sabah pada September 2020, di mana terjadi ketegangan mengenai alokasi kursi parlemen negara bagian dan jabatan Menteri Besar.
Akar rumput UMNO yang berang telah mendesak dari awal tahun 2021 untuk mengakhiri kerja sama politik dengan Bersatu.
Puncaknya, Majelis Tinggi UMNO dengan suara bulat mencabut dukungan terhadap Muhyiddin pada 3 Agustus lalu yang diikuti oleh 15 dari 38 parlementarian UMNO, termasuk Presiden partai Zahid Hamidi dan mantan PM Najib.
Zahid menegaskan UMNO tetap loyal kepada Sultan Abdullah. UMNO merespons teguran Raja Malaysia kepada Muhyiddin, karena blunder politiknya mencabut status darurat nasional tanpa persetujuan Raja.
UMNO menerangkan, Muhyiddin sudah melakukan kesalahan karena melangkahi kewenangan Sultan Abdullah yang sangat dihormati oleh warga Malaysia, terutama suku Melayu.
Muhyiddin lalu mencoba menyelamatkan pemerintahannya dengan menawarkan sejumlah konsesi politik kepada mantan mitra politiknya, Pakatan, agar mendukungnya dalam mosi tidak percaya.
Namun, tawaran yang diberikan Jumat (13/8/2021) itu ditolak mentah-mentah.
Calon PM pengganti Muhyiddin
Siapakah pengganti Muhyiddin sebagai Perdana Menteri akan ditentukan oleh Sultan Abdullah.
UMNO yang ingin kembali bertakhta di pucuk kekuasaan memiliki peluang besar melalui sejumlah nama seperti Deputi Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein, dan politisi veteran Tengku Razaleigh Hamzah atau kerap dipanggil Ku Li.
Salah satu opsi yang sedang dijajaki adalah mempertahankan koalisi Perikatan Nasional dengan cukup mengganti Muhyiddin dengan PM baru dari UMNO.
Namun, pertanyaan terbesar yang muncul adalah apakah opsi ini akan didukung oleh Bersatu mengingat hubungan kedua partai yang saat ini berada di titik nadir.
Pakatan Harapan terdiri dari PKR, Partai Aksi Demokrat (DAP), dan Partai Amanah memastikan mengajukan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.
Akan tetapi, sejauh ini Anwar yang mengantongi 88 kursi masih kesulitan untuk mencapai kesepakatan dengan kubu oposisi lain terutama musuh bebuyutan politiknya Mahathir.
Mahathir yang kukuh menolak Anwar sebagai PM memunculkan sejumlah nama alternatif termasuk dirinya dan mantan Menteri Besar Sabah Shafie Apdal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-malaysia-muhyiddin-yassin-3.jpg)