Rabu, 15 April 2026

Internasional

Presiden Ashraf Ghani Mengaku ke Luar Negeri, Warga Afghanistan Sebut Pengecut

Dalam sebuah posting Facebook, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, Senin (16/8/2021) mengaku telah meninggalkan negaranya.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani disebut pengecut oleh warganya. 

SERAMBNEWS.COM, KABUL - Dalam sebuah posting Facebook, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, Senin (16/8/2021) mengaku telah meninggalkan negaranya.

Dia beralasan untuk menghindari bentrokan dengan Taliban yang akan membahayakan jutaan penduduk Kabul.

Beberapa pengguna media sosial mencap Ghani, yang tidak mengungkapkan lokasinya, pengecut karena meninggalkan mereka dalam kekacauan.

Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu pada Minggu (15/8/2021).

Saat Taliban memasuki ibukota hampir tanpa perlawanan.

Ghani mengatakan ingin menghindari pertumpahan darah.

Baca juga: Presiden Afghanistan Melarikan Diri ke Luar Negeri

Padahal, warga Afghanistan putus asa untuk meninggalkan bandara Kabul yang kebanjiran penumpang.

Bahkan, sebagian besar warga Afghanistan khawatirkan Taliban akan kembali ke praktik keras masa lalu dalam penerapan hukum agama syariah.

Selama pemerintahan Taliban dari 1996 sampai 2001, perempuan tidak bisa bekerja dan hukuman seperti rajam, cambuk dan gantung diberikan.

Sedangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mendesak semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya.

Dia menyatakan keprihatinan khusus, tentang masa depan perempuan dan anak perempuan.

Di Washington, penentang keputusan Presiden Joe Biden untuk mengakhiri perang terpanjang Amerika, mengatakan kekacauan itu disebabkan oleh kegagalan kepemimpinan.

Baca juga: Inggris Serukan Negara Lain tak Mengakui Taliban Sebagai Pemerintah Afghanistan

Biden menghadapi kecaman domestik yang meningkat setelah berpegang pada rencana.

Diprakarsai oleh pendahulunya dari Partai Republik, Donald Trump, untuk mengakhiri misi militer AS pada 31 Agustus 2021.

Pemimpin Partai Republik di Senat Mitch McConnell menyalahkan Biden atas apa yang disebutnya sebagai "kegagalan kepemimpinan Amerika yang memalukan."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved