Luar Negeri
Taliban Bicara Pemerintahan Baru di Afghanistan
Shaheen mengatakan, masih terlalu dini untuk mengungkapkan bentuk pemerintahan yang baru dan siapa saja yang mengisi pos-pos jabatan penting.
Pernyataan tersebut disampaikan Naeem beberapa saat setelah Taliban memasuki ibu kota Afghanistan, Kabul.
Setelah Taliban memasuki Kabul pada Minggu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dilaporkan meninggalkan Afghanistan.
Ghani beralasan, dia ingin menghindari pertumpahan darah.
Beberapa orang di media sosial mengecamnya sebagai pengecut.
Jatuhnya Kabul ke tangan Taliban tak terlepas dari hengkangnya pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Awalnya, AS bakal menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan dengan tempo 11 September 2021.
“Negeri Paman Sam” mengatakan pasukannya bakal ditarik secara bertahap mulai Mei.
Sejak saat itu, 50 dari 370 distrik di Afghanistan telah jatuh di tangan Taliban sejak Mei, saat dilanjutkannya penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Rupanya, penarikan pasukan asing maju dari jadwal.
Pada awal Juni ini, lebih dari 50 persen tentara AS yang ada di Afghanistan telah dipulangkan.
Setelah itu, militer AS bungkam dan enggan memerinci lagi soal upaya penarikan pasukannya.
Pada awal Juli, Kementerian Pertahanan AS mengumumkan, progres penarikan pasukannya dari Afghanistan mencapai 90 persen.
Sisanya, 10 persen pasukan AS yang ada di Afghanistan, akan dipulangkan pada akhir Agustus alias beberapa hari sebelum tenggat penarikan yakni pada 11 September.
Baca juga: VIDEO - Pansus DPRA Tagih Dana 20 Miliar ke Pemerintah Aceh Untuk Pembangunan Masjid Giok
Baca juga: VIDEO - Algojo Eksekusi 20 Kali Cambuk Kepada Dua Pemain Chip Domino
Baca juga: Dana Otsus Papua Dinaikkan, Diharapkan Berdampak Pada Kesejahteraan Rakyat
Kompas.com dengan judul "Pemerintahan Baru di Afghanistan Berisi Warga Non-Taliban"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taliban-kuasai-jalalabad-afghanistan.jpg)