Kamis, 9 April 2026

Internasional

Satu Komandan Taliban Sempat Mendekam di Penjara Guantanamo

Seorang komandan Taliban yang membantu merebut istana kepresidenan Afghanistan sempat menghabiskan enam tahun di Penjara Guantanamo.

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang komandan Taliban yang membantu merebut istana kepresidenan Afghanistan sempat menghabiskan hampir 6 tahun di Penjara Guantanamo. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Seorang komandan Taliban yang membantu merebut istana kepresidenan Afghanistan sempat menghabiskan enam tahun di Penjara Guantanamo.

Anggota Taliban itu yang difilmkan merayakan perebutan istana kepresidenan Afghanistan pada Minggu (15/8/2021) telah diidentifikasi sebagai mantan narapidana penjara Teluk Guantanamo.

"Kami akan membawa Anda keluar," menurut catatan penjara yang diterbitkan oleh The New York Times.

Dalam pidato kemenangan, Gholam Ruhani mengatakan dia ditahan di Guantanamo selama hampir delapan tahun, seperti dilansir Business Insider, Selasa (17/8/2021).

Kenyataannya, Ruhani menghabiskan hampir enam tahun di pusat penahanan yang dikelola Amerika di Kuba, menurut catatan yang diterbitkan oleh The Times pada Juni 2021.

Catatan menunjukkan Ruhani adalah salah satu pejuang Taliban pertama yang ditangkap oleh AS setelah serangan 11 September 2001.

Baca juga: Presiden Joe Biden dan Petinggi AS Dikejutkan dengan Kecepatan Taliban Rebut Pemerintah Afghanistan

Dia memasuki penjara pada hari pertama dibuka pada Januari 2002.

Dia dipulangkan ke Afghanistan pada Desember 2007, juga di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush.

Para pejabat mengatakan Ruhani merupakan ancaman bagi AS jika dibebaskan

Dalam penilaian sebelum dia dibebaskan, pejabat Pentagon mengatakan Ruhani merupakan ancaman sedang bagi AS.

Karena dia memiliki keluarga di entitas milisi anti-koalisi, dan kemungkinan akan bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut jika dibebaskan.

Juga akan mengambil bagian dalam serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan.

Penilaian tersebut mencakup perincian tentang perilaku Ruhani di penjara.

Dikatakan, prilakunya secara keseluruhan sering mengeluarkan keluhan, tetapi tidak bermusuhan terhadap pasukan penjaga dan staf.

Menurut ringkasan bukti terhadap Ruhani, termasuk dalam dokumen Times, dia bekerja untuk Kementerian Intelijen Taliban.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved