Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Barat

Korban Tabrakan Kapal di Laut Bantah Pernyataan Syahbandar Meulaboh

kapal nelayan Aceh Barat ditabrak diperairan Aceh barat. Mereka mengapung di fiber ikan semalaman hingga diselamatkan

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Nurullah, Korban Tabrakan Kapal di Laut Meulaboh. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Nurullah (48), korban kapal tabrakan di perairan laut Aceh Barat yang terjadi beberapa hari lalu membantah pernyataan Syahbandar Meulaboh menyebutkan nelayan tidak mengetahui siapa yang menabrak kapal mereka dalam insiden tabrakan di laut yang terjadi pada Senin (9/8/2021) lalu.

Pihak korban menyesalkan atas pernyataan tersebut, sebab mereka melihat secara jelas satu kapal raksasa yang diduga mengangkut batu bara keluar menuju arah India menabrak KM Dek Rita 8 GT milik Nurullah yang sedang menjangkar saat itu.

“Nama kapal yang tidak sempat saya lihat saat kejadian itu, karena kami sedang sekarat untuk menyelamatkan nyawa, akan tetapi kami melihat jelas bahwa kapal besar yang menabrak kapal kami yang sedang menjangkar di kejauh 10 mil dari bibir pantai,” ungkap Nurullah kepada Serambinews.com, Rabu (18/8/2021).

Disebutkan, sebelum kejadian tabrakan, kapal mereka jenis KM Dek Rita 8 GT terpaksa menjangkar lantaran terjadi angin kencang pada Senin (9/8/2021) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, sekitar 10 mil dari bibir pantai Meulaboh saat dua orang nelayan tersebut berangkat melaut.

Baca juga: Kisah Nelayan Aceh Barat Ditabrak Kapal Pengangkut Barang, Mengapung di Atas Fiber Hingga Selamat

Keberadaan kapal nelayan saat itu berada arah barat laut, dengan posisi boat menjangkar, dan kapal tersebut ditabrak di posisi menyamping tiga kali benturan, sehingga tenggelam karena bodi kapal hancur. 

Dikatakan Nurullah, saat kejadian dirinya bersama Nazaruddin (48) warga Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan yang saat itu sebagai ABK KM Dek Rita sedang beristirahat di dalam kapal tersebut.

Tujuanya untuk menunggu hingga redanya angin yang begitu kencang pada malam itu dimana lampu dan GPS tetap mereka dihidupkan.

“Saat kami sedang beristirahat, saat itu lah kapal kami ditabrak oleh kapal raksasa, dan kami terjatuh dan berhamburan ke laut setelah benturan yang ketiga kali yang membuat kapal kami hancur dan tenggelam,” ungkap Nurullah.

Baca juga: Soal Kasus Tabrakan Nelayan di Laut, Begini Kata Kepala DKP Aceh Barat

Dalam kondisi panik dan sekarat pada malam itu, pihaknya mengaku dengan jelas melihat kapal besar yang menghantam kapal mereka.

Namun hanya saja mereka tidak mengetahui apa nama kapal tersebut yang saat itu sedang keluar dari Meulaboh menuju arah India.

“Kapal besar tersebut keluar dari arah Meulaboh, dan kami jelas melihatnya. Sedangkan nama kapal tersebut kami tidak sempat melihatnya karena panik berupaya menyelamatkan nyawa kami saat itu,” jelasnya.

Dalam insiden tersebut dua nelayan di dalamnya berhasil menyelamatkan nyawanya di atas fiber ikan yang masih tersangkut di bangkai kapal mereka yang sudah mengalami kerusakan berat, dan berbekal fiber tersebut mereka selamat.

Baca juga: Panglima Laot Aceh Barat: Besar Dugaan Kapal Pengangkut Batu Bara Tabrak Nelayan

Pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB mereka ditolong salah satu nelayan yang melintas di daerah tersebut.

“Perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa kami jelas melihat kapal besar yang menabrak kami di laut, cuman jenis atau nama kapal saja yang tidak kami ketahui, jadi tidak benar kalau kami tidak mengetahui siapa yang menabrak kami,” tegas Nurullah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved