Breaking News:

Sosok Mullah Abdul Ghani Baradar Pendiri Taliban, Veteran Perang Bertempur Singkirkan Soviet

Pada Minggu (15/8/2021), pasukannya telah merebut Kabul dan dia sekarang menjadi kandidat kuat menjadi pemimpin Afghanistan selanjutnya.

Editor: Faisal Zamzami
ANADOLU AGENCY
Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Mullah Abdul Ghani Baradar, salah satu pendiri Taliban yang dibebaskkan dari penjara di Pakistan 3 tahun lalu, atas permintaan pemerintah AS.

Sembilan bulan lalu, Baradar berfoto dengan mantan menteri luar negeri Donald Trump, Mike Pompeo, untuk menandatangani kesepakatan damai di Doha, yang berantakan.

Pada Minggu (15/8/2021), pasukannya telah merebut Kabul dan dia sekarang menjadi kandidat kuat menjadi pemimpin Afghanistan selanjutnya.

Baradar dilaporkan telah terbang dari Doha ke Kabul pada Minggu malam waktu setempat (15/8/2021), saat para militan menyerbu istana presiden Afghanistan Ashraf Ghani, seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Senin (16/8/2021).

Namun, bagaimanakah sepak terjang Baradar di Taliban sejauh ini?

Baradar sebenarnya bukan pemimpin tertinggi Taliban.

Pemimpin tertinggi adalah Haibatullah Akhundzada.

Baradar merupakan kepala kantor politik Taliban dan salah satu sosok pemimpin yang wajahnya paling dikenali publik.

Ia terlibat dalam pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan yang ditengahi AS di Qatar.

Baca juga: Zabihullah Mujahid: Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah

Baca juga: Palang Merah Internasional Sebut Ribuan Orang Terluka Seusai Taliban Serbu Afghanistan

Pria berusia 53 tahun itu adalah wakil pemimpin di bawah mantan kepala Mullah Mohammed Omar, yang mendukung pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, sehingga menyebabkan invasi Barat ke Afghanistan dipimpinan AS, setelah peristiwa 9/11.

Baradar memiliki pengalaman tempur yang tak main-main, dia dengan pasukannya pernah bertempur melawan Soviet pada 1980-an dan berhasil menyingkirkan mereka pada 1989.

Pria kelahiran 1968 di provinsi Uruzgan kemudian mendirikan sekolah Islam bersama mantan komandannya di Kandahar, tempat ia dibesarkan, di tengah perang saudara berdarah antara panglima perang.

Setelah itu, kedua mullah tersebut membantu mendirikan gerakan Taliban, sebuah ideologi yang menganut ortodoksi garis keras dan berjuang untuk pembentukan Imarah Islam.

Dipicu oleh kefanatikan, kebencian terhadap panglima perang yang rakus, dan dengan dukungan keuangan dari dinas rahasia Pakistan, Taliban merebut kekuasaan pada 1996, setelah menaklukkan ibu kota provinsi sebelum masuk Kabul, seperti yang mereka lakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved