Breaking News:

Kesehatan

Gejala-gejala Terpapar Covid-19, Orang yang Telah Divaksin Masih Berpotensi Terjangkit?

Karenanya, protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah dua kali menjalani vaksinasi Covid-19.

Editor: Nur Nihayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi - Petugas kesehatan dari Kesdam Iskandar Muda (IM) melakukan tes Swab Antigen Covid-19 terhadap pengunjung yang menghadiri peringatan peringatan MoU Helsinki ke-16 di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (15/8/2021). Pada tes sweb antigen yang dilakukan petugas medis diketahui satu orang wanita postifi Covid-19. 

Karenanya, protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah dua kali menjalani vaksinasi Covid-19.

SERAMBINEWS.COM - Di tengah pandemi covid-19 dianjurkan menjaga kesehatan.

Terapkan protokol kesehatan, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Vaksin Covid-19 tidak serta merta membuat orang kebal terhadap paparan virus corona. Orang yang telah divaksin masih berpotensi tertular virus corona jika tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat..

Bahkan, orang yang telah menjalani dua kali vaksinasi Covid-19 bisa saja tertular virus corona.

Karenanya, protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah dua kali menjalani vaksinasi Covid-19.

Manfaat vaksin Covid-19 adalah mencegah seseorang mengalami kondisi sakit yang parah hingga meninggal dunia saat terpapar.

Mengutip Mirror (14/8/2021), petugas medis telah memperingatkan mereka yang telah dua kali disuntik vaksin masih bisa mengalami 21 gejala Covid-19. 

Baca juga: Ingat Tamara Bleszynski, Banting Setir dari Artis ke Kuliner, Begini Usahanya

Baca juga: Ratusan Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Thailand ke Aceh Disita BNN, Enam Pria Diringkus  

Baca juga: Afghanistan Hadapi Krisis Keuangan, IMF Hentikan Transfer Ratusan Juta Dolar AS

Aplikasi ZOE Covid-19 di Inggris menunjukkan tanda dan gejala yang masih dialami orang Inggris yang sudah disuntik dua kali dosis vaksin atau divaksinasi penuh. 

Pengguna melaporkan gejala yang mereka alami ke dalam aplikasi tersebut, sehingga para ilmuwan bisa melacak gejala yang paling umum. 

Profesor Tim Spector yang melakukan penelitian itu mengatakan, sebagian besar gejala tidak ada dalam daftar resmi NHS Covid. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved