Internasional
32 Warga Afghanistan Terjebak Antara Polandia dan Belarusia
Sebanyak 32 warga Afghanistan yang melarikan diri dari negaranya terjebak antara Polandia dan Belarusia.
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan bersimpati dengan para migran.
Tetapi bersikeras mereka adalah alat di tangan Tuan Lukashenko dan bersumpah Polandia tidak akan menyerah pada pemerasan jenis ini.
Fundacja Ocalenie mengatakan mereka tiba di tempat para migran terjebak, dekat desa Usnarz Górny, pada Rabu (18/8/2021).
Untuk membawakan barang-barang seperti makanan, tenda, kantong tidur, serta power bank.
Baca juga: Komite Olimpiade Afghanistan Minta Bantuan, Evakuasi Atlet Wanita Olimpiade Sebelum Terlambat
Mereka tidak diberi akses internet pada awalnya, tetapi kemudian berhasil.
Tahmina Rajabova, seorang anggota yayasan, melaporkan berbicara kepada para migran dan mengetahui mereka adalah 32 orang dari Afghanistan.
Dimana, semuanya ingin mengajukan status pengungsi di Polandia.
Mereka termasuk seorang gadis berusia 15 tahun dan beberapa orang yang sakit.
Beberapa hari sebelumnya, sekitar selusin orang dari Irak, wanita dan anak kecil terdampar bersama mereka.
Tetapi pihak berwenang Belarusia mengizinkan mereka kembali ke Belarus, kata Rajabova.
“Situasi yang tidak manusiawi dan memalukan, Polandia bersama dengan Belarusia mengirim orang-orang ini ke penjara perbatasan," kata Maciej Konieczny, seorang anggota parlemen Polandia.
Baca juga: Taliban Kuasai Kabul, Pemerintah Indonesia Diminta Antisipasi Kedatangan Pengungsi Asal Afghanistan
Dia menyatakan telah bergabung dengan pekerja kemanusiaan di perbatasan dan melihat kondisi yang menyinggung martabat manusia dan mengancam jiwa,.
Pengacara dengan yayasan berencana untuk mengajukan permohonan perlindungan atas nama para migran, kata kelompok itu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengungsi-afghanistan-di-belarusia.jpg)