Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Luar Negeri

Beredar Video Hashmat Ghani Ahmadzai Adik Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Dukung Taliban

Saudara Ashraf Ghani yang juga Ketua Dewan Kehormatan Kuchis, Hashmat Ghani Ahmadzai, secara ironis memberikan dukungannya kepada Taliban.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Twitter @disclose.tv
Tangkapan layar video Hashmat Ghani, saudara kandung dari mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersama petinggi Taliban, Sabtu 21 Agustus 2021. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL – Presiden Afghanistan yang digulingkan Taliban, Ashraf Ghani, rupanya tidak mendapat dukungan dari saudaranya.

Saudara Ashraf Ghani yang juga Ketua Dewan Kehormatan Kuchis, Hashmat Ghani Ahmadzai, secara ironis memberikan dukungannya kepada Taliban.

Hashmat Ghani Ahmadzai bermanuver dan bergabung dengan Taliban setelah kelompok tersebut merebut kekuasaan di Afghanistan.

Hashmat Ghani merupakan saudara laki-laki Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang terguling dan melarikan diri dari negara itu sejak Taliban menduduki Kabul.

Dia sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Agung Kuchis, salah satu kelompok etnik minoritas di Afghanistan.

Seperti dilaporkan India Today, Sabtu (21/8/2021), Hashamat Ghani Ahmadzai, memberikan dukungannya kepada Taliban di depan kehadiran salah satu Pemimpin Taliban, Khalil-ur-Rehman.

Selain itu juga hadir seorang Ahli Agama, Mufti Mahmood Zakir.

Menurut sejumlah laporan yang dikutip India Today, Hashmat Ghani mengumumkan dukungannya untuk kelompok tersebut di hadapan sejumlah petinggi Taliban.

Video yang menunjukkan Hashmat Ghani memberikan dukungannya terhadap Taliban beredar luas di media sosial.

Sementara itu, melalui akun Twitter-nya, Hashmat Ghani menulis bahwa Taliban tak hanya mampu membawa keamanan.

“Tetapi menjalankan pemerintahan yang fungsional, membutuhkan masukan dan kolaborasi dari orang-orang Afghanistan yang berpendidikan lebih muda,” tulis Hashmat Ghani.

Dia menambahkan, para politikus yang sudah usang harusnya disisihkan.

 “Yang disebut politikus usang harus dikesampingkan sepenuhnya sehingga pengalaman gagal pemerintah koalisi tidak terulang,” sambung Hashmat Ghani.

Baca juga: Taliban Diduga Berikan Tempat Perlindungan kepada Al Qaeda

Baca juga: Dulu Tak Terkalahkan Lawan Taliban, Bagaimana Nasib Pasukan Elite Afghanistan Sekarang?

Sementara itu, Ashraf Ghani memutuskan kabur dari Afghanistan setelah Taliban menduduki Kabul, Minggu (15/8/2021).

Sebelumnya banyak yang mengira Ashraf Ghani melarikan diri ke Tajikistan, Uzebkistan, atau ke Pakistan.

Namun, akhirnya diketahui pemimpin berusia 72 tahun itu kabur ke Uni Emirat Arab (UEA).

Banyak yang menyayangkan dan mengkritik keputusan Ghani kabur dari Afghanistan, meninggalkan rakyatnya yang ketakutan.

Tersiar kabar, Ghani kabur bersama keluarganya membawa uang jutaan dolar AS.

Tapi Ghani membantah semua tuduhan tersebut.

Ia menegaskan keputusannya kabur dari Afghanistan demi menghindarkan pertumpahan darah.

Ashraf Ghani membantah tudingan bahwa dirinya kabur dari Afghanistan dengan membawa segudang uang, ketika Kabul dikepung oleh milisi Taliban.

Berbicara dari pengasingannya di Uni Emirat Arab (UEA), Ashraf Ghani mengaku pergi dari ibu kota Afghanistan itu untuk mencegah pertumpahan darah.

“Jika saya tetap tinggal, saya akan menyaksikan pertumpahan darah di Kabul,” kata Ashraf Ghani dalam video di Facebook pada Rabu (18/8/2021).

 Pernyataan tersebut merupakan komentar publik pertamanya sejak dikonfirmasi dia berada di UEA.

Ia pun menegaskan bahwa tuduhan dirinya membawa uang banyak sebagai tuduhan tak berdasar.

Ghani pun menawarkan untuk memverifikasi tuduhan tersebut kepada Bea Cukai UAE.

Ia pun menegaskan dirinya hanya membawa baju dan bahkan tak memiliki waktu untuk mengganti sepatu.

Ashraf Ghani menambahkan, dirinya pergi atas saran pejabat pemerintah.

“Kabul jangan sampai menjadi Yaman atau Suriah berikutnya, jadi saya terpaksa pergi,” kata Ashraf Ghani dikutip dari Al Jazeera.

Keberadaan Ashraf Ghani sempat tidak diketahui selama beberapa hari setelah Taliban menduduki Kabul pada Minggu (15/8/2021).

Dia dispekulasikan melarikan diri ke sejumlah negara seperti Tajikistan, Uzbekistan, atau Oman.

Taliban kembali merebut kekuasaan di Afghanistan setelah 20 tahun, setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan menarik mundur pasukannya dari negara tersebut.

Meski sempat mengatakan telah berubah menjadi moderat, Taliban dikabarkan melakukan perburuan terhadap orang-orang yang berkeja dengan Amerika Serikat serta NATO. ( Kompas.com )

Baca juga: Disdikbud Kota Subulussalam Gelar Seleksi Pengawas Sekolah

Baca juga: Kylian Mbappe Mau Gabung ke Real Madrid, Carlo Ancelotti: Saya Tak Peduli

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di Aceh Singkil Capai 28 Kasus, Naik Empat Kali Lipat dari Tahun Lalu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved