Cara Aminullah Usman Wali Kota Kota Banda Aceh Perangi Lintah Darat
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman memiliki cara tersendiri untuk memerangi "lintah darat" atau rentenir di Ibu Kota Provinsi Aceh.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Laporan Syamsul Azman | Banda Aceh
SERAMBINEWS,COM, BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman memiliki cara tersendiri untuk memerangi lintah darat atau rentenir di Ibu Kota Provinsi Aceh.
Pak Wali atau sapaan akrab Aminullah sebelum terpilih menjadi orang nomor satu di Banda Aceh telah berkomitmen untuk memerangi lintah darat yang meresahkan warga.
Pada hari Jumat (20/8/2021) Pak Wali menjamu Serambinews.com di Pendopo Wali Kota, pada kesempatan tersebut, bincang-bincang mengenai berbagai isu di Aceh juga terbahas salah satunya terkait rentenir.
"Kadang, warga butuh uang, sangat mendesak, kadangkala kita tidak tahu bahwa itu rentenir, sehingga setelah meminjam uang mulailah timbul masalah," kata mantan Direktur Utama PT Bank BPD Aceh.
"Sebelum menjadi Wali Kota Banda Aceh, saya banyak berbincang dengan pedagang, mereka mengatakan sangat jera dibuat oleh para rentenir," tambahnya.
Baca juga: Angkat Tema Merdeka dari Rentenir, Aminullah Usman Jadi Pembicara Seminar Nasional Ekonomi Syariah
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah mengatakan, masyarakat pada dasarnya kesulitan mendapatkan modal usaha, atau sulit meminjam uang dalam jumlah kecil.
Apabila meminjam dalam jumlah kecil di Bank sulit dilakukan, sehingga untuk mendapatkan modal kecil, para pedagang kecil terutama di pasar-pasar beralih pada rentenir, sedangkan untuk membayar bunga pada rentenir sangat besar.
"Masyarakat Aceh kesulitan mendapatkan permodalan untuk usaha ataupun kebutuhan pribadi, sehingga harus berurusan dengan rentenir, karena bank mengurus yang besar," ucap Pak Wali.
Baca juga: HUT RI ke-76, Aminullah Santuni Anak yatim Sebagai Rasa Syukur
Lembaga Keuangan Syariah
Untuk mengatasi rentenir atau lintah darat, Pak Wali membangun sebuah lembaga keuangan Syariah dan diberi nama PT Mahirah Muamalah Syariah.
Sebutnya, bukan hanya di darat, rentenir berada pada segala tempat, seperti darat, laut bahkan gunung.
"Rentenir berada pada semua daerah, ada lintah darat, laut di gunung juga ada," ulas Ketua Umum Tennis Club (ATC) Aceh.
Untuk mengatasi praktek rentenir di Aceh, Aminullah Usman membangun PT Mahirah Muamalah Syariah sebagai upaya masyarakat tidak berurusan lagi dengan rentenir.
Sebagai upaya pula masyarakat berhenti melakukan praktek riba dengan para lintah darat.
"Perlu ada lembaga yang membantu warga untuk tidak berurusan dengan rentenir. Maka saya mendirikan lembaga keuangan dalam rangka mengantisipasi agar masyarakat tidak berurusan lagi dengan rentenir. Juga agar warga tidak melakukan praktek riba dengan mengambil pinjaman kepada rentenir," ungkap Ketua Harian Persiraja pada tahun 2019 ini.
Baca juga: Aminullah Jadi Narasumber Nasional STBM Kemenkes, Kick Off Meeting GERMAS
Hasil Survey
Membangun lembaga keuangan Syariah, tepatnya pada tahun 2018 dengan modal Rp 4,5 Miliar, Aminullah Usman melakukan survey ke pasar-pasar di seputar Banda Aceh dengan hasil 80 persen pedagang kecil berurusan dengan rentenir.
"Tahun 2018 bulan empat saya mendirikan PT Mahirah Muamalah Syariah dengan modal 4,5 Miliar waktu itu. Kita melakukan survey untuk melihat sejauh mana pelaku usaha di pasar-pasar yang ada di Banda Aceh berurusan dengan rentenir," ucapnya.
"Ternyata, hasil survey 80 persen para pelaku usaha kecil berurusan dengan rentenir," jelas Pak Wali menerangkan hasil survey pada tahun 2018.
Setelah berdirinya PT Mahirah Muamalah Syariah, ternyata berdampak besar bagi para pedagang kecil.
Baca juga: Sangat Mendesak, Aminullah Minta Menteri PUPR Bangun Bendungan Karet Baru di Lambaro
Hal ini berdasarkan hasil surver-survey lanjutan mengenai hubungan pedagang kecil dengan para rentenir.
"Tahun 2019 kembali melakukan survey dan ternyata yang berurusan dengan rentenir berkurang, dari 80 persen menjadi 14 persen.
Tahun 2020 kembali kita lakukan survey dan hasilnya memuaskan yakni pedagang di pasar-pasar Banda Aceh berhubungan dengan rentenir hanya tinggal dua persen lagi," ulas Wali Kota Banda Aceh.
Untuk diketahui, PT Mahirah Muamalah Syariah didirikan dengan modal Rp 4,5 Miliar dan pada tahun 2020 pembiayaan sudah Rp 23 Miliar dengan aset 39 Miliar.
Karena cara Wali Kota Banda Aceh melakukan gebrakan dan membantu warga, Pak Wali mendapatkan penghargaan Wali Kota Entrepreuneur Award oleh Menteri Koperasi.
Selain itu, Pak Wali telah menulis buku dengan judul Ala Aminullah Perangi Rentenir, sebagai pengingat kepada masyarakat betapa bahaya berhubungan dengan rentenir.
Versi video akan segera ditayangkan di Kanal Serambi on TV. (*)
Baca juga: BERITA POPULER - Hari Terakhir Prof Farid Wajdi, Putra Aceh Kerja di Facebook, Duel Maut di Singkil
Baca juga: BERITA POPULER Prof Syamsul Rijal jadi Staf Menteri sampai Aceh dapat Internet Gratis
Baca juga: BERITA POPULER - TV Digital, Ibu Pantau Aktivitas Ranjang Pengantin hingga Body Shaming Nurul Akmal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wali-kota-banda-aceh-h-aminullah-usman-se-ak-mm.jpg)