Luar Negeri
Taliban Diduga Berikan Tempat Perlindungan kepada Al Qaeda
Jika laporannya terbukti benar, tentu bakal memunculkan pertanyaan mengapa Biden terburu-buru menarik militer.
Meski begitu, para petingginya merupakan orang-orang yang termasuk ke dalam daftar buruan Kementerian Luar Negeri AS.
Seperti contoh Sirajuddin Haqqani, wakil pemimpin yang merupakan salah satu pendiri kelompok teroris Jaringan Haqqani.
Dilansir Daily Mail, beberapa pakar menyoroti klaim pemerintahan Biden bahwa pemberontak tidak lagi bekerja sama dengan Al Qaeda.
"Narasi seperti dikalahkan, dikurangi. Pilih saja satu huruf yang akan mereka pakai, delusional," sindir Bill Roggio, editor Long War Journal.
Roggio menjelaskan kedua kelompok tersebut terus bersama, sehingga narasi yang disampaikan Washington tidak masuk akal.
Dia mengatakan, penilaian Pentagon penuh fiksi karena menempatkan Al Qaeda hanya diisi oleh sekitar 50-100 anggota.
Meski setiap tahunnya terdapat laporan 40-80 dibunuh. "Intelijen mereka bisa jadi tidak tahu atau malah bohong," kata dia.
Roggio memaparkan penarikan pasukan hingga warga AS akan membuat mereka kehilangan kemampuan mengumpulkan data intelijen.
Saat disinggung mengenai laporan itu, Pentagon menolak berkomentar dan memilih mengarahkannya ke Gedung Putih.
Baca juga: 5 Fakta Batalyon Badri 313, Pasukan Elite Taliban yang Miliki Kemampuan Bertempur di atas Rata-rata
Baca juga: Akhirnya Bisa Menang, Persiraja 0 vs 2 PON Aceh
Baca juga: Penkum Kejati Aceh Bantu Modal Usaha Warga
Kompas.com dengan judul "Taliban Diduga Sudah Tawarkan Tempat Perlindungan kepada Al Qaeda"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taliban-bersenjata-di-kabul-afghanistan.jpg)