Minggu, 12 April 2026

Internasional

Iran Siap Kirim Lebih banyak Lagi Bahan Bakar ke Lebanon

Pemerintah Iran, Senin (23/8/2021) mengatakan siap mengirimkan lebih banyak lagi bahan bakar ke Lebanon jika diperlukan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Puluhan kendaraan antre panjang di sebuah SPBU di Beirut, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Pemerintah Iran, Senin (23/8/2021) mengatakan siap mengirimkan lebih banyak lagi bahan bakar ke Lebanon jika diperlukan.

Hanya berselang sehari, setelah pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon mengatakan lebih banyak kapal membawa bahan bakar segera berlayar dari Iran.

Dikatakan, hal itu untuk membantu meringankan kekurangan bahan bakar negara itu.

“Kami menjual minyak dan produknya berdasarkan keputusan kami sendiri dan kebutuhan teman kami," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.

"Iran siap mengirim bahan bakar lagi ke Lebanon jika diperlukan,” tambahnya.

Baca juga: Bank Sentral Lebanon Tawarkan Kredit Impor Bahan Bakar dan Akhiri Subsidi BBM

“Tentu saja kita tidak bisa melihat penderitaan rakyat Lebanon," jelasnya.

Pada Minggu (22/8/2021), Hassan Nasrallah mengatakan kapal pertama pengirim bahan bakar Iran telah meninggalkan Iran.

Pekan lalu situs berita semi-resmi Iran Nournews melaporkan pengiriman bahan bakar ke Lebanon semuanya dibeli oleh sekelompok pengusaha Syiah Lebanon.

“Kami mengumumkan kesiapan untuk menjual bahan bakar ke pemerintah Lebanon selain bahan bakar yang dibeli pengusaha Syiah, jika pemerintah Lebanon bersedia,” kata Khatibzadeh.

Musuh Hizbullah di Lebanon telah memperingatkan konsekuensi mengerikan dari pembelian tersebut.

Baca juga: Hizbullah Klaim Kapal Tanker BBM Iran Segera Berlabuh di Pelabuhan Beirut

Dikatakan, hal itu berisiko dikenakan sanksi pada negara yang ekonominya telah hancur selama hampir dua tahun.

Sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran, diberlakukan kembali pada 2018.

Seusai Presiden AS Donald Trump saat itu keluar dari kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan.

Salah satunya, memangkas penjualan minyak mentahnya menjadi nol persen.

Hizbullah, yang didirikan oleh Pengawal Revolusi Iran pada 1982, juga menjadi sasaran sanksi AS.(*)

Baca juga: Arab Saudi Dukung Perjuangan Rakyat Lebanon, Melawan Krisis Ekonomi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved