Internasional

Warga Afghanistan Berjalan Kaki Menuju Turki, Temukan Tembok Tinggi dan Kawat Berduri

Ratusan warga Afghanistan yang berjalan kaki selama berminggu-minggu melalui Iran dengan tujuan Turki menghadapi tembok setinggi tiga meter.

Editor: M Nur Pakar
AP/Emrah Gurel
Para pemuda yang merupakan desersi militer Afghanistan yang melarikan diri ke Turki melalui Iran duduk di rerumputan perbukitan Tatvan, Provinsi Bitlis, timur Turki, Rabu (18/8/2021). 

Jumlah migran gelap Afghanistan yang ditahan di Turki sejauh tahun ini kurang dari seperlima dari jumlah yang ditahan pada 2019.

Para pejabat mengatakan belum melihat tanda-tanda lonjakan besar sejak kemenangan Taliban pekan lalu.

Tetapi, meskipun jarak yang jauh, pengungsi bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk tiba di Turki.

Sisi perbatasan pegunungan Turki dengan Iran dipagari oleh pangkalan dan menara pengawas.

Mobil patroli memantau sepanjang waktu untuk pergerakan di sisi Iran.

Baca juga: Uni Eropa Peringatkan Taliban, Tidak Akan Mengakui Rezim Baru Afghanistan

Dimana para migran, penyelundup, dan militan Kurdi sering mencoba menyeberang ke Turki.

Migran yang terlihat melewati perbatasan dikembalikan ke pihak Iran, meskipun sebagian besar kembali dan mencoba lagi, menurut pasukan keamanan.

"Tidak peduli berapa banyak tindakan tingkat tinggi yang Anda ambil, mungkin ada orang-orang yang menghindarinya dari waktu ke waktu," kata Bilmez.

Jalan-jalan yang menuju dari perbatasan dipagari dengan pos-pos pemeriksaan.

Para migran yang berhasil melewatinya disembunyikan oleh penyelundup di rumah-rumah.

Sering kali bangunan kotor dan bobrok di bawah tanah atau di dasar sungai yang kering, menunggu untuk dipindahkan ke Turki barat.

Pada Sabtu (21/8/2021), polisi menangkap 25 migran, sebagian besar warga Afghanistan, di belakang sebuah bangunan bobrok di lingkungan Van's Hacibekir.

“Kami pikir kami akan memiliki fasilitas di sini, kami akan mendapatkan menghidupi orang tua kami," kata Zaynullah, 20 tahun, salah satu dari mereka yang ditahan.

"Di sana, ada Taliban untuk membunuh kami,” tambahnya.

Dia mengatakan tiba di Turki dua hari sebelumnya setelah berjalan kaki selama 80 hari.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved