Internasional

Warga Afghanistan Berjalan Kaki Menuju Turki, Temukan Tembok Tinggi dan Kawat Berduri

Ratusan warga Afghanistan yang berjalan kaki selama berminggu-minggu melalui Iran dengan tujuan Turki menghadapi tembok setinggi tiga meter.

Editor: M Nur Pakar
AP/Emrah Gurel
Para pemuda yang merupakan desersi militer Afghanistan yang melarikan diri ke Turki melalui Iran duduk di rerumputan perbukitan Tatvan, Provinsi Bitlis, timur Turki, Rabu (18/8/2021). 

Mereka yang ditangkap dibawa untuk pemeriksaan kesehatan dan keamanan di pusat pemrosesan.

Di sana Seyyed Fahim Mousavi (26) mengatakan melarikan diri dari rumahnya di Kabul sebulan yang lalu, sebelum Taliban datang.

Dia takut mereka akan membunuhnya karena dia bekerja sebagai sopir untuk Amerika Serikat dan Turki.

Istrinya yang berusia 22 tahun, Morsal, mengatakan mereka melakukan perjalanan melalui Iran sebagian besar dengan berjalan kaki untuk melarikan diri dari Taliban.

"Mereka menyakiti wanita," katanya sambil menggendong kedua anaknya yang berusia dua dan lima tahun.

"Setelah memperkosa, mereka membunuh dan memenggal kepala para pria," ujarnya.

"Kami tidak ingin kembali, biarkan kami tetap di sini," harapnya.

Setelah diproses, para migran dibawa ke pusat repatriasi.

Baca juga: Pesawat Boeing Turki Mendarat dan Lepas Landas dari Bandara Kabul, Jadi Penerbangan Terakhir

Dimana mereka dapat menghabiskan waktu hingga 12 bulan sebelum dikirim kembali ke negara asal mereka.

Pemulangan itu telah dihentikan untuk orang Afghanistan sekarang, meninggalkan sekitar 7.500 orang Afghanistan dalam limbo di berbagai pusat repatriasi.

Ramazan Secilmis, wakil kepala direktorat migrasi, mengatakan organisasinya bekerja untuk mengidentifikasi pengungsi Afghanistan untuk dipindahkan ke negara ketiga.

"Mereka yang membutuhkan perlindungan perlu dipisahkan dari mereka yang datang ke negara kami karena alasan ekonomi," ujarnya.

"Kami tidak dapat mendeportasi siapa pun secara otomatis hanya karena mereka memiliki kewarganegaraan Afghanistan," katanya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved