Minggu, 12 April 2026

Internasional

Keputusan Penarikan Pasukan AS Menjadi Dilema Bagi AS, Al-Qaeda Akan Bangkit Kembali

Perubahan secepat kilat di Afghanistan memaksa pemerintahan Amerika Serikat (AS) menghadapi dilema.

Editor: M Nur Pakar

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Perubahan secepat kilat di Afghanistan memaksa pemerintahan Amerika Serikat (AS) menghadapi dilema.

Penarikan pasukan AS dan sekutunya pada 31 Agustus 2021 dari Afghanistan telah menjadi pemicu Taliban menggulingkan pemerintahan.

Presiden AS Joe Biden yang menyebut perang 20 tahun di Afghanistan bukan untuk selamanya bagi tentara AS.

Tetapi, keputusan itu yang telah memperkuat Taliban akan diikuti dengan kebangkitan jaringan Al-Qaeda.

Sebuah kelompok yang menyerang Amerika pada 11 September 2001.

Dilansir AP, Selasa (24/8/2021), pada saat yang sama, AS mencoba menghentikan ekstremisme kekerasan di dalam negeri dan serangan siber dari Rusia dan China

Penarikan pasukan AS diiringi dengan kebangkitan Taliban di Afghanistan.

“Saya pikir, al-Qaeda memiliki peluang, dan akan memanfaatkan kesempatan itu,” kata Chris Costa, Direktur Senior Kontraterorisme era Presiden Donald Trump.

Baca juga: Pentolan Al Qaeda Paling Diburu Amerika Muncul Bersama Taliban, Bahas Pemerintahan Baru Afghanistan

“Ini adalah peristiwa yang menggembleng bagi para jihadis di mana-mana," jelasnya.

Jajaran Al-Qaeda telah berkurang secara signifikan oleh perang 20 tahun di Afghanistan.

Tetapi, masih jauh dari jelas, kelompok tersebut memiliki kapasitas dalam waktu dekat untuk melakukan bencana di Amerika seperti serangan 9/11.

Mengingat bagaimana AS telah memperkuat diri dalam dua dekade terakhir dengan pengawasan dan tindakan perlindungan lainnya.

Namun sebuah laporan pada Juni 2021 dari Dewan Keamanan PBB mengatakan pemimpin senior kelompok itu tetap hadir di Afghanistan, bersama dengan ratusan operasi bersenjata.

Disebutkan, Taliban, yang melindungi para pejuang al-Qaeda sebelum serangan 11 September 2001 masih tetap dekat.

Hal itu berdasarkan persahabatan, sejarah perjuangan bersama, simpati ideologis, dan perkawinan campuran.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved