Senin, 18 Mei 2026

Internasional

Keputusan Penarikan Pasukan AS Menjadi Dilema Bagi AS, Al-Qaeda Akan Bangkit Kembali

Perubahan secepat kilat di Afghanistan memaksa pemerintahan Amerika Serikat (AS) menghadapi dilema.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar

Sehingga, dapat menimbulkan ancaman bagi tanah air AS dalam waktu dua tahun setelah penarikan militer Amerika.

Serangan 11 September 2001 menjadikan al-Qaeda sebagai kelompok teror yang paling dikenal secara internasional.

Tetapi setidaknya dalam dekade terakhir, ancaman paling kuat di AS datang dari individu-individu yang terinspirasi oleh Negara Islam atau ISIS.

Sehingga, terjadi pembantaian mematikan seperti yang terjadi di San Bernardino, California, dan Orlando.

Tapi al-Qaeda hampir tidak menghilang.

Pihak berwenang AS menuduh tahun lalu, seorang pria bersenjata Arab Saudi membunuh tiga marinir AS di sebuah pangkalan militer di Florida.

Dia dituduh pada 2019 telah berkomunikasi dengan operasi al-Qaeda tentang perencanaan dan taktik.

Pada Desember 2020, Departemen Kehakiman menuduh seorang pria Kenya mencoba melancarkan serangan gaya 9/11 di AS atas nama organisasi teroris al-Shabab, yang terkait dengan jaringan Al-Qaeda.

Baca juga: Taliban Rebut Kembali Tiga Distrik dari Milisi Afghanistan Utara

Sekarang mungkin saja para ekstremis lain akan menemukan diri mereka terinspirasi oleh al-Qaeda, bahkan jika tidak diarahkan olehnya.

“Sampai saat ini, saya akan mengatakan ancaman dari inti al-Qaida cukup sederhana," kata Nathan Sales, mantan koordinator kontraterorisme di Departemen Luar Negeri.

"Mereka tidak memiliki tempat berlindung yang aman di Afghanistan, kepemimpinan senior mereka tersebar," ujarnya.

Tapi, dengan Taliban kembali memegang kendali, semua itu bisa berubah dan bisa berubah dengan sangat cepat, ujarnya.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved