Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Keputusan Penarikan Pasukan AS Menjadi Dilema Bagi AS, Al-Qaeda Akan Bangkit Kembali

Perubahan secepat kilat di Afghanistan memaksa pemerintahan Amerika Serikat (AS) menghadapi dilema.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar

Juru bicara Pentagon John Kirby mengakui Al-Qaeda tetap ada di Afghanistan.

Meskipun menghitungnya sulit karena kemampuan pengumpulan intelijen yang berkurang di negara itu.

Bahkan di dalam negeri, al-Qaeda dan Taliban hanya mewakili dua dari keprihatinan terorisme yang mendesak.

Sebagaimana dibuktikan oleh kegelisahan tentang potensi serangan Negara Islam terhadap Amerika di Afghanistan selama akhir pekan.

Sehingga, memaksa militer AS untuk mengembangkan cara-cara baru untuk menengvakasu pengungsi ke bandara di Kabul.

Taliban dan ISIS telah berperang satu sama lain di masa lalu.

Tetapi kekhawatiran sekarang, Afghanistan dapat kembali menjadi pelabuhan yang aman bagi banyak ekstremis yang bertekad untuk menyerang AS atau negara lain.

Presiden Joe Biden telah berulang kali berbicara tentang apa yang dia sebut sebagai kemampuan luar biasa.

Dia katakan akan memungkinkan AS untuk melacak ancaman terorisme dari jauh.

Penasihat keamanan nasionalnya, Jake Sullivan, mengatakan Biden telah menjelaskan kemampuan kontraterorisme telah berkembang.

Di mana ancaman dapat ditekan tanpa kehadiran yang kuat di lapangan.

Dia mengatakan komunitas intelijen tidak percaya al-Qaeda saat ini memiliki kemampuan untuk menyerang AS

AS juga mungkin mengantisipasi penyaringan bandara yang diperkuat dan pengawasan yang lebih canggih dapat lebih efektif daripada 20 tahun yang lalu dalam menggagalkan serangan.

Tetapi para ahli khawatir, kemampuan pengumpulan intelijen yang diperlukan sebagai sistem peringatan dini terhadap serangan akan terpengaruh secara negatif oleh penarikan pasukan.

Baca juga: Iran Penuhi Permintaan Taliban, Kirim Minyak dan Gas ke Afghanistan

Komplikasi tambahan, banyaknya ancaman keamanan nasional yang menekan yang mengerdilkan apa yang dihadapi pemerintah AS sebelum serangan 11 September.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved