Breaking News
Senin, 20 April 2026

Petinggi Gerindra Dijamu Sayur Lodeh Saat Sekjen Gerindra Sambangi Kantor PDIP

Hasto juga mengungkapkan bahwa pertemuan partainya dengan Partai Gerindra itu merupakan sebuah nostalgia.

Instagram @puanmaharaniri
Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Puan Maharani. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto menerima kedatangan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan rombongan di kantor DPP PDIP, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/8/2021).

Mendapat kunjungan istimewa dari anak buah Prabowo Subiantoitu, Hasto pun menyajikan menu istimewa.

Hidangan yang disajikan adalah menu kesukaan Presiden Pertama RI Soekarno berupa ikan asin dan sayur lodeh. Sementara untuk minuman pembuka ia menyediakan wedang ronde. Kata Hasto, wedang ronde dipilih karena bisa menghangatkan badan.

Baca juga: Warga Afghanistan Tuntut Status Pengungsi di India, Korban Perang Puluhan Tahun

Baca juga: Honor Besar di Ikatan Cinta, Glenca Chysara Pilih Bangun Kontrakan Rumah, Begini Ceritanya

Baca juga: Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Tegur Jukir Liar, Ada Jukir Resmi tak Pakai Rompi, Ini Alasannya

Hal itu diharap bisa semakin menghangatkan hubungan antara kedua partai. Sementara sayur lodeh memiliki makna keprihatinan sekaligus harapan agar situasi menjadi lebih baik.

"Karena ini di tengah pandemi makan siang pun kami siapkan khusus Pak. Karena Bung Karno itu suka dengan sayur lodeh, untuk pagebluk," kata Hasto.

Ia menyebut hidangan khusus untuk rombongan Partai Gerindra itu disiapkan khusus di Dapur PDI Perjuangan. "Jadi semoga dengan menikmati sayur lodeh buatan dari dapurnya di PDIP, semoga dengan kerjasama di antara kita pandemi bisa kita atasi dengan gotong royong. Kata Hasto.

Baca juga: Sahid Bacok Kerabat di Depan Kantor Polisi, Tak Terima Istrinya Sering Diganggu

Baca juga: Kepala HAM PBB Minta Taliban Hormati Hak Perempuan dan Anak Perempuan

Baca juga: Jaksa Periksa Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Monumen Islam Samudera Pasai 

"Sambelnya juga sangat enak di DPP ini, sambalnya itu top. Dan ada ikan asin juga. Pokoknya kami pesan yang unique, Pak Muzani, karena saya denger-dengar juga menggemari menu nusantara, maka kami siapkan," jelas Hasto.

Hasto yang didampingi sejumlah pejabat teras PDIP seperti Yasonna Laoly, Komaruddin Watubun, Djarot Saiful Hidayat, Sadarestuwati, Eriko Sotarduga, Utut Adianto, dan Bambang Wuryanto mengatakan pertemuan antara petinggi PDIP dengan petinggi Partai Gerindra itu dalam rangka silaturahmi kedua partai dan tak membahas isu-isu tertentu secara spesifik.

"Pertemuan ini untuk menjalin silaturahmi, komunikasi. Apalagi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra saat ini bersama di dalam koalisi yang mendukung pemerintahan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata Hasto dalam keterangan tertulis.

Hasto juga mengungkapkan bahwa pertemuan partainya dengan Partai Gerindra itu merupakan sebuah nostalgia. PDIP dan Gerindra diketahui pernah bekerja sama menduetkan Megawati-Prabowo di Pilpres 2009.

Baca juga: Pemerintah Barat Tidak Dapat Perpanjang Program Evakuasi dari Afghanistan

Baca juga: Jaksa Periksa Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Monumen Islam Samudera Pasai 

"Saya pribadi dengan kunjungan ini langsung bernostalgia pada tahun 2009 lalu pasangan Megawati-Prabowo saat itu kita bekerja sama dan kita belajar dari sejarah," ungkap Hasto.

Hasto pun membeberkan bagaimana PDIP dan Gerindra belajar dari Pilpres 2009 yakni ketika demokrasi menghalalkan segala cara dengan manipulasi DPT, demokrasi dengan menjadikan beberapa elemen KPU sebagai pengurus partai. Lalu demokrasi menggunakan bansos sebagai politik elektoral, dan demokrasi mengunakan hukum aparat sebagai alat untuk memenangkan Pemilu. "Itu menjadi evaluasi bersama dari kedua partai," kata Hasto.

Maka, lanjut Hasto, dari pembelajaran Pilpres 2009 itu lahirlah cita-cita untuk menghidupkan kembali demokrasi yang lahir dari rakyat. "Bagaimana demokrasi yang sejati-jatinya dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat sehingga itu betul-betul dapat diperjuangkan bersama," tegas Hasto.

Sementara itu Muzani mengaku senang bisa berkunjung ke kantor DPP PDI Perjuangan. Muzani mengatakan ini kali pertama jajaran Gerindra menginjakkan kaki di kantor partai banteng tersebut.

"Terus terang buat kami semua ini injakan kaki pertama di kantor DPP PDIP," kata Muzani dalam konferensi pers.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved