Intelijen AS Gagal Buktikan Asal-usul Covid-19, Cina Mengolok-olok
Cina melalui media corong pemerintah mengolok-olok hasil penyelidikan intelijen Amerika Serikat yang gagal membuktikan asal usul virus corona.
Di tempat itu, para ilmuwan sudah mempelajari virus corona pada kelelawar selama lebih dari satu dekade.
Pada awal pandemi, klaim kontroversial ini dipromosikan oleh Presiden AS, saat itu adalah Donald Trump.
Beberapa melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa virus itu bisa saja buatan manusia untuk digunakan sebagai senjata biologis.
Penelitian sejak saat itu memberikan bukti yang menentang gagasan virus yang direkayasa.
Baca juga: Aceh Tamiang Kembali Zona Merah, Kerumunan di Kafe jadi Pemicu
"Teori-teori tentang asal-usul SARS-CoV2 buatan manusia telah didiskreditkan seluruhnya", tulis sekelompok ilmuwan dalam American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, Juli lalu.
Virus tidak mengandung "sidik jari genetik atau urutan genetik yang 'direkayasa' dari virus yang sudah ada sebelumnya", kata mereka.
Pejabat penyakit menular AS Dr Anthony Fauci juga baru-baru ini mendiskreditkan gagasan itu, dengan mengatakan bahwa "orang China sengaja merekayasa sesuatu sehingga mereka bisa bunuh diri... Saya pikir itu agak keterlaluan".
Namun pandangan bahwa virus mungkin secara tidak sengaja menyebar sebagai akibat dari insiden laboratorium yang dirahasiakan, baru-baru ini kembali menimbulkan daya tarik.
(kompas.com/bbc.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tim-who-tiba-di-wuhan-china.jpg)