Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Amerika Serikat Minta Taliban Izinkan Evakuasi Warga Dilanjutkan Usai 31 Agustus 2021

Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta Taliban agar tetap mengizinkan evakuasi warga dilanjutkan usai 31 Agustus 2021.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta Taliban agar tetap mengizinkan evakuasi warga dilanjutkan usai 31 Agustus 2021.

Menteri Luar Negeri As, Antony Blinken mengharapkan Taliban akan terus mengizinkan orang meninggalkan Afghanistan.

Berbicara kepada Martha Raddatz di “This Week” ABC, Blinken mengatakan:

“Sebanyak 114 negara telah menjelaskan dengan sangat jelas harapan mereka, Taliban akan mengizinkan kebebasan bepergian melewati 31 Agustus."

"Jadi, itu adalah harapan yang jelas di seluruh dunia. dunia dan seluruh komunitas internasional.”

Membahas kekhawatiran Taliban, Blinken mengatakan akan memastikan memiliki semua alat dan sarana yang diperlukan.

Baca juga: Jelang Tugas Berakhir di Kabul, Tentara Amerika Serikat Jadi Mitra Taliban

Khusus untuk memfasilitasi perjalanan bagi mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan setelah 31 Agustus 2021.

Blinken menjawab pertanyaan orang Amerika yang tersisa dan beberapa sekutu Amerika Serikat yang masih berada di Afghanistan memiliki kesempatan untuk pergi.

“Kami telah merencanakan dengan sangat aktif,” kata Blinken.

“Diperlukan menjaga bandara berfungsi dengan benar setelah tanggal 31 atau jika perlu mengambil langkah-langkah membuka kembali secara tepat waktu," tambahnya.

"Kami akan bekerja sama dengan negara-negara di kawasan itu yang tertarik untuk membantu," tambahnya.

“Taliban memiliki minat yang kuat untuk memiliki bandara yang berfungsi," ujar Blinken.

Baca juga: Amerika Serikat Tarik Tahap Akhir 1.000 Warga Sipil dari Afghanistan

"Rakyat Afghanistan juga berharap bandara berfungsi dan seluruh komunitas internasional memiliki kepentingan itu," tambahnya.

Blinken mengatakan, hilangnya 13 orang Amerika yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di bandara Kabul akan terus dirasakan secara mendalam.

“Kami tidak dapat melakukan pekerjaan kami sebagai diplomat di tempat mana pun di seluruh dunia tanpa Marinir," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved