Opini
Pasar Al Mahirah dan Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
Pada Juli 2020 lalu, Pemerintah Kota Banda Aceh memutuskan merelokasikan Pasar Tradisional Peunayong
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh pada September 2020 sebanyak 252.899 jiwa dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (2020) sebesar 61,54 persen dan presentase penduduk miskin sebesar 6,90 persen.
Data ini berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi kota. Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 85,07 pada 2019. Capaian ini menjadikan Kota Banda Aceh terbaik secara nasional di bawah Yogyakarta dari 514 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.
Salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menurunkan kemiskinan dan menekan angka pengangguran adalah dengan multiplier effect Pasar Al Mahirah bagi masyarakat. Multiplier effect ini nantinya akan melahirkan pelaku usaha baru tak terkecuali UMKM. Pada September 2020, UMKM Kota Banda Aceh berkembang pesat hingga mencapai 15.105 unit usaha atau angka itu setara dengan 98 persen.
Al Mahirah Adalah Harapan
Sejauh ini, Pasar Al Mahirah sudah didukung dengan prasarana dan sarana yang cukup lengkap seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), reservoir air bersih, listrik, hingga transportasi umum yang disediakan. Pemasangan vaping block di halaman pasar juga tidak luput dari perhatian pemerintah kota. Sarana lain seperti mushala dan tempat parkir yang luas juga tersedia.
Selain fasilitas, penulis juga mengupayakan lokasi bongkar muat barang yang bisa dilakukan di kawasan pasar. Tujuannya agar Pasar Al Mahirah menjadi sumber utama pasokan barang bagi seluruh pasar yang ada di gampong-gampong di Kota Banda Aceh. Layanan cabang pendukung (capem) Bank Aceh Syariah juga akan disediakan untuk memudahkan para pedagang menyimpan uang hasil penjualan agar lebih aman.
Dalam upaya menaikkan jumlah kunjungan dan penjualan, penulis juga mengajak seluruh masyarakat untuk berbelanja ke pasar tersebut. Setiap minggunya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kota Banda Aceh diharapkan berbelanja ke Pasar Terpadu Al Mahirah untuk memajukan perekonomian masyarakat.
Tentunya dengan usaha bersama, apa yang kita harapakan bisa terwujud. Sebagaimana pepatah Aceh (hadih maja) menyebutkan ‘Meung ka taboh bungkôh beuneung, Beutateumeung bungkôh sutra.' Maknanya, ketika kita sudah melakukan sesuatu maka lakukanlah sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik.
Oleh karena itu, mari sama-sama kita majukan perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh. Dengan berbelanja ke Pasar Al Mahirah, kita jadikan Pasar Al Mahirah sebagai sumber perekonomian yang baru dan berdampak baik bagi seluruh masyarakat.
Selain itu juga ikut mendukung memajukan perekonomian sesama masyarakat Kota Banda Aceh. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Semoga!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/h-aminullah.jpg)