Breaking News:

Opini

Pasar Al Mahirah dan Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

Pada Juli 2020 lalu, Pemerintah Kota Banda Aceh memutuskan merelokasikan Pasar Tradisional Peunayong

Editor: hasyim
Pasar Al Mahirah dan Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
FOTO IST
H. Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M Wali Kota Banda Aceh

Oleh. H. Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M
Wali Kota Banda Aceh

Pada Juli 2020 lalu, Pemerintah Kota Banda Aceh memutuskan merelokasikan Pasar Tradisional Peunayong ke lokasi yang baru, yaitu Lamdingin, tepatnya berdekatan dengan pintu masuk Tempat Penampungan Ikan (TPI) Lampulo.

Saat itu, belum semua dapat menerima keputusan tersebut dikarena kurangnya kunjungan masyarakat untuk berbelanja ke pasar baru yang diberi nama Pasar Al Mahirah dimaksud.

Kemudian Pemerintah Kota Banda Aceh bermusyawarah dengan para pedagang dan berjanji untuk membenahi beberapa fasilitas serta mengajak masyarakat agar mau berbelanja di sana, termasuk mengeluarkan edaran bagi para ASN di lingkungan Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di sana.

Al Mahirah sendiri memiliki arti gemilang. Kebijakan pemindahan ini sebagai upaya untuk mendorong bangkitnya perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19, alasannya mengingat Pasar Peunayong memiliki ruang yang sangat terbatas bagi pedagang dan pengunjung, serta memicu kemacetan lalu lintas.

Pasar Al Mahirah sendiri memiliki luas dua hektare dengan total bangunan mencapai 5.934 meter per segi, dan jumlah pedagang yang tercatat lebih dari 900 orang. Tak kurang ada 91 kios dan 452 lapak jualan yang tersedia di dalamnya. Enam bangunan utama diperuntukan bagi pasar daging, pasar sayur, pasar unggas, pasar rempah- rempah/bumbu, serta pasar ikan.

Sesuai dengan program Kota Banda Aceh Gemilang, ini menjadi langkah penataan ulang lokasi pasar yang bertujuan agar dapat menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi, terutama menyangkut masalah penataan kota, keindahan, dan lingkungan yang terkesan semraut. Langkah ini jug sebagai salah satu upaya menjadikan Banda Aceh sebagai kota tanpa kumuh (Kotaku).

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh, tertera bahwa Pasar Peunayong masuk dalam kawasan perdagangan, jasa dan wisata kuliner. Bangunan Pasar Peunayong yang kini telah dirobohkan nantinya akan menjadi kawasan wisata kuliner Peunayong.

Pemindahan ini tentu akan menjadi sejarah baru dalam perkembangan ekonomi di Kota Banda Aceh. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat perekonomian rakyat menjadi penyangga perekonomian nasional.

Tentang Peunayong dan Ekonomi

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved