Breaking News:

16 Tahun Damai Aceh

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA Sebut UUPA Produk Paling Progresif, Seluruh Aceh Kompak

Saat penyusunan Rancangan UUPA seluruh elemen masyarakat Aceh sangat kompak dan bersatu.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Safrizal ZA, Dirjen Bina Adwil Kemendagri   

Ia juga menyebutkan ada sejenis kompensasi dari Pemerintah dalam bentuk dana Otsus, jumlahnya sangat besar.

“Pertanyaannya apakah dana ini mendapat manfaat optimum? Ini bisa menjadi perdebatan. Bahwa manfaat ada, pasti. Tapi apakah manfaat optimum, itu menjadi perdebatan,” tambahnya.

Hanya saja Sofyan A Djalil mengingatkan, bahwa sebuah daerah maju, itu bukan sumber daya alam, tapi adalah good policy.

Ia mencontohkan negara-negara Asia Timur berhasil menjadi menjadi negara industri, seperti Taiwan, China dan lain-lain, itu karena good policy.

“Kenapa Kabupaten Banyuwangi dianggap cukup sukses dalam berbagai indikator dibanding kabupaten lain, kuncinya adalah kepemimpinan dan good policy yang diterapkan. 

Dana yang banyak tanpa diikuti good policy tidak akan memberi manfaat optimum bagi sebuah daerah.

Contoh lain Nigeria, Venezuela yang banyak uang  karena minyak, tapi kemudian menjadi malapetaka menjadi sesuatu yang tidak baik bagi negara tersebut secara ekonomi.

Untuk Aceh, sudah  mendapat transfer banyak dari pusat. Tapi kalau  tidak diikuti oleh good policy tidak akan memberi manfaat optimum,” ujar Sofyan.

Selanjutnya Sofyan juga menyebutkan, bahwa pencapaian perdamaian Aceh dihargai sebagai sebuah model penyelesaian konflik  di negara lain.

Di akhir pernyataannya, Sofyan menyerukan agar semua dalam berbagai lini di Aceh menciptakan good policy, sebab Itu yang bisa membuat daerah maju.

"Tanpa good policy, uang tidak akan beri banyak manfaat,” tambah Sofyan mengingatkan.

Rekomendasi refleksi 16 Tahun Perdamaian Aceh di Jakarta

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, Lembaga Riset Politik Indonesia (Rispol) menggelar Webinar Refleksi 16 Tahun Perdamaian Aceh, Selasa (31/8/2021). 

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Malik Mahmud yang diharapkan memberi pandangan dan pemikiran dalam acara tersebut, ternyata tidak bisa hadir walau secara virtual.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved