Selasa, 14 April 2026

Internasional

Qatar Siap Bekerjasama dengan Taliban, Isolasi Dapat Menjadi Malapetaka Bagi Afghanistan

Qatar siap bekerjasama dengan Taliban untuk membuka kembali bandara Kabul, Afghanistan. Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani 

SERAMBINEWS.COM, DOHA - Qatar siap bekerjasama dengan Taliban untuk membuka kembali bandara Kabul, Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, Kamis (2/9/2021) mendesak kelompok garis keras Islam itu untuk mengizinkan warga Afghanistan pergi.

Bandara, tempat kejutan hiruk pikuk yang berakhir dengan penarikan pasukan AS pada Selasa (31/8/2021), tidak beroperasi dengan banyak infrastruktur yang rusak atau hancur.

“Kami bekerja sangat keras dan kami berharap akan dapat mengoperasikannya semaksimal mungkin,” kata Menteri Luar Negeri Qatar

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan kita akan mendengar kabar baik,” katanya dalam konferensi pers di Doha.

Sebuah tim teknis Qatar terbang ke Kabul pada Rabu (1/9/2021) untuk membahas pembukaan kembali bandara, seperti dilansir AFP, Kamis (2/9/2021).

Bahkan, menjadi pesawat pertama yang mendarat di sana sejak ditutup akhir bulan lalu.

Baca juga: Sebagian Warga Kabul Lebih Takut Ekonomi Hancur, Daripada Tinju Taliban

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan tujuannya untuk melanjutkan penerbangan.

Baik untuk bantuan kemanusiaan dan untuk memberikan kebebasan bergerak, termasuk memulainya kembali upaya pemindahan.

Lebih dari 123.000 warga negara asing dan warga Afghanistan melarikan diri dari negara itu dalam operasi udara.

Tetapi lebih banyak lagi yang putus asa untuk pergi, karena belum ada pesawat komersial yang beroperasi.

"Sangat penting, Taliban menunjukkan komitmen untuk memberikan jalan yang aman dan kebebasan bergerak bagi rakyat Afghanistan," kata Sheikh Mohammed.

Dikatakan, Qatar terlibat dengan Taliban dan juga dengan Turki jika dapat memberikan bantuan teknis apapun.

Sheikh Mohammed berpidato pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Inggris Dominic Raab, yang mengatakan perlu menyesuaikan diri dengan realitas baru pemerintahan Taliban.

"Prioritas langsung kami untuk melakukan perjalanan yang aman bagi warga negara Inggris yang tersisa," kata Raab.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved