Internasional
Qatar Siap Bekerjasama dengan Taliban, Isolasi Dapat Menjadi Malapetaka Bagi Afghanistan
Qatar siap bekerjasama dengan Taliban untuk membuka kembali bandara Kabul, Afghanistan. Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al
"Tetapi juga warga Afghanistan yang bekerja untuk Inggris, dan memang orang lain yang mungkin paling berisiko, tambahnya.
Qatar menjadi tuan rumah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir ini.
Bahkan, menjadi titik transit bagi sekitar 43.000 pengungsi dari Afghanistan.
AS menginvasi Afghanistan dan menggulingkan pemerintah Taliban pada tahun 2001 setelah serangan 9/11 oleh Al-Qaeda, yang mencari perlindungan di negara itu.
Sebelumnya pada Selasa (31/8/2021), Sheikh Mohammed memperingatkan mengisolasi Taliban dapat menyebabkan malapetaka bagi negeri itu.
Dia menyatakan ketidakstabilan lebih lanjut akan membuat perekonomian Afghanistan hancur.
Dia mendesak negara-negara untuk terlibat dengan gerakan Islam garis keras itu untuk mengatasi masalah keamanan dan sosial ekonomi di Afghanistan.
Negara Teluk Arab yang bersekutu dengan AS telah muncul sebagai lawan bicara utama bagi Taliban, setelah menjadi tuan rumah kantor politik kelompok itu sejak 2013.
“Jika kita mulai memberikan syarat dan menghentikan ini, kita akan meninggalkan kekosongan," ujarnya.
"Pertanyaannya,m siapa yang akan mengisi kekosongan ini?,” tanya Sheikh Mohammed di Doha, bersama rekannya dari Jerman, Heiko Maas.
Baca juga: Inggris Bersiap Gempur ISIS di Afghanistan, Balas Serangan Roket ke Bandara Kabul
Tidak ada negara yang mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan setelah merebut Kabul.
Banyak negara bagian barat telah mendesak kelompok itu untuk membentuk pemerintahan yang inklusif dan menghormati hak asasi manusia.
"Kami percaya tanpa keterlibatan kami tidak dapat mencapai kemajuan nyata di bidang keamanan atau di bidang sosial ekonomi," kata Sheikh Mohammed.
Dia menambahkan mengakui Taliban sebagai pemerintah bukanlah prioritas.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Jerman Maas mengatakan Berlin bersedia membantu Afghanistan tetapi bantuan internasional datang dengan prasyarat tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-qatar-sheikh-mohammed-bin-abdulrahman-al-thani.jpg)