Internasional
Media Televisi Afghanistan Ikuti Kebijakan Pemerintahan Taliban, Program Tayang Diganti
jaringan televisi swasta paling populer di Afghanistan secara sukarela mengganti sinetron dan acara musik Turki yang sensual.
“Jika kami tidak bisa kembali, bukan berarti kami akan menyerah pada Afghanistan," katanya.
"Kami akan bekerja di Afghanistan dari mana pun kami berada. ... Konektivitas global adalah normal baru,” kata Sarwary.
Sementara itu, Taliban mengizinkan wartawan memasuki Afghanistan dari Pakistan.
Juga mengizinkan media untuk terus beroperasi di Kabul, meskipun di bawah pedoman tidak menyenangkan.
Mereka telah menetapkan laporan berita tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan tidak boleh menantang kepentingan nasional.
Aturan yang tidak jelas seperti itu biasa terjadi di negara-negara otoriter di Timur Tengah dan Asia Tengah.
Di mana aturan itu digunakan untuk membungkam dan menuntut jurnalis.
Agar dapat beroperasi, media lokal mungkin harus mempraktikkan swasensor untuk menghindari dampak.
Afghanistan telah lama berbahaya bagi wartawan.
CPJ mengatakan 53 wartawan telah tewas di Afghanistan sejak 2001 dan 33 di antaranya sejak 2018.
Pada Juli 2021, seorang fotografer pemenang Hadiah Pulitzer dari Reuters terbunuh saat meliput bentrokan antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan.
Pada tahun 2014, seorang jurnalis Agence France-Presse (AFP), istri dan dua anaknya termasuk di antara sembilan orang yang dibunuh oleh kelompok Taliban saat makan di sebuah hotel di Kabul.
Hampir dua tahun kemudian pada tahun 2016, seorang pembom bunuh diri Taliban menargetkan karyawan Tolo di sebuah bus.
Menewaskan tujuh dari mereka dan melukai sedikitnya 25 orang.
Baca juga: Jurnalis Wanita, Pembuat sejarah Mewawancarai Juru bicara Taliban Juga Kabur dari Afghanistan
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menyebut Tolo sebagai alat pengaruh Barat yang dekaden.
Mohseni mengatakan dia khawatir ketika Taliban menyerbu Kabul dan tetap belum tentu positif.
"Tapi saya hanya berpikir: Baiklah, mari kita tunggu dan lihat. Mari kita lihat seberapa ketat mereka," ujarnya.
" Tidak diragukan lagi mereka akan membatasi. Pertanyaannya adalah seberapa ketat," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penyiar-tv-afghanistan-beheshta-arghand.jpg)