Senin, 1 Juni 2026

Ekspor Batubara

Ekspor Batubara Aceh Kembali Bergairah Menyusul Harga Jual Batubara Dunia Naik

Dari delapan perusahaan tersebut, baru dua perusahaan yang sudah melakukan penggalian dan penjualan batubara di dalam negeri dan luar negeri, yaitu PT

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Kadis ESDM Aceh, Mahdinur menjelaskan, di Aceh ada delapan perusahaan batubara yang telah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah beberapa tahun lalu kegiatan ekspor batubara dari Aceh ke luar negeri mengalami kelesuan, namun sejak tahun 2020-2021 ini kembali bergairah.

Kondisi ini dipicu kenaikan harga batubara dunia dari rata-rata 20 dolar/ton menjadi 32-33 dolar AS/ton sampai 36-37 dolar AS/ton, ekspor batubara dari Aceh ke luar negeri

“Menurut data dari BI Aceh dan Kantor Bea dan Cukai Aceh, volume ekspor batubara Aceh dari Januari sampai Juli 2021 sudah mencapai 5,3 juta ton, dengan nilai ekspor sekitar Rp 1,9 trilliun," kata Kadis ESDM Aceh Ir Mahdinur kepada Serambinews.com, Senin (6/9/2021) di Banda Aceh.

Mahdinur menjelaskan, di Aceh ada delapan perusahaan batubara yang telah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP).

Anggota DPRD Batubara Dituding Selingkuhi Istri Keponakannya, Isi Chatnya Bikin Keluarga Meradang

Dari delapan perusahaan tersebut, baru dua perusahaan yang sudah melakukan penggalian dan penjualan batubara di dalam negeri dan luar negeri, yaitu PT Bara Energi Lestari dan PT Mifa Bersaudara.

PT Mifa Bersaudara miliki areal tambang batu bara seluas 3.134 hektare terletak di Wilayah Kabupaten Aceh Barat sedangkan PT Bara Energi Lestari miliki areal tambang batu baranya seluas 1.495 hektare, terletak di Nagan Raya.

Sedangkan enam perusahaan lagi yang juga berada di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya, kata Mahdinur, sampai tahun ini, belum ada laporan apakah mereka telah berproduksi atau belum.

"Kepada enam perusahaan yang sudah mendapat IUP Batubara itu, kita surati kembali, untuk mempertanyakan, kenapa sampai kini mereka belum memberikan laporan terkait kelanjutan IUP yang sudah diberikan. Kalau memang mereka tidak bisa melanjutkan kegiatan IUP nya, maka harus dilaporkan kembali kepada Pemerintah Aceh, begitu juga sebaliknya bila ingin berproduksi," ujarnya.

Panglima Laot Minta Perusahaan Serius Tangani Limbah Batubara di Perairan Aceh Barat

Sampai saat ini, kata Mahdinur, menurut informasi dari Perwakilan BI Aceh dan Kantor Bea Cukai Aceh, pangsa pasar terbesar batubara dari Aceh di luar negeri adalah India mencapai 78,62 persen, setelah itu baru Thailand sebesar 7,52 persen dan Vietnam 0,92 persen.

Potensi bahan baku batubara di Aceh, menurut Mahdinur cukup besar, buktinya sudah ada delapan perusahaan yang mengantongi IUP batu bara.

Namun baru dua perusahaan yang telah melakukan penggalian dan penjualan.

Karena potensi deposit batu bara di Aceh, terutama wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya cukup besar, telah mendorong investor dalam bidang kelistrikan menambah investasinya di Aceh.

Empat tahun lalu, ungkap Mahdinur, kita ketahui ada pembangunan proyek PLTU I dan II kapasitas 2 x 100 MW, di Aceh Barat dan Nagan Raya. Proyek PLTU I dan II miliknya PT PLN, berbahan bakar batu bara itu, kini sudah beroperasi dan daya listriknya sudah dinikmati masyarakat sekitar pantai barat - selatan Aceh sampai Pidie, Aceh Besar dan Banda Aceh.

Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun, Wajib Ganti Rp 14,5 Miliar dan Dicabut Hak Politik

Sejarah pembangunan PLTU I dan II berbahan bakar batu bara itu, dilakukan, kata Mahdinur, didasari oleh hasil penelitian potensi bahan tambang batu bara di dekat lokasi proyek PLTU I dan II itu, sangat besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved