Senin, 11 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Tinjau Tambak Udang, Menteri KKP Optimis Aceh Jadi Daerah Penghasil Udang Terbesar di Indonesia

Klaster tambak udang vaname berkelanjutan di Matang Rayeuk ini sudah berhasil panen sebanyak 25 ton atau senilai Rp1,8 miliar beberapa waktu lalu.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
Dok KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung klaster tambak udang vaname di, Gampong Matang Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (7/9/2021). 

Menteri KKP berharap masyarakat serius mengelola dan memelihara tambak-tambak ini, karena hasilnya juga untuk masyarakat.

SERAMBINEWS.COM, IDE RAYEUK - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung klaster tambak udang vaname di Gampong Matang Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (7/9/2021).

Tambak yang dibangun oleh KKP ini berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadi sarana edukasi budidaya yang modern dan ramah lingkungan. 

Bahkan, Trenggono menyebut keberadaan klaster tambak udang ini menciptakan multiplier effect di bidang pariwisata.

Klaster tambak udang vaname berkelanjutan di Gampong Matang Rayeuk ini sudah berhasil panen sebanyak 25 ton atau senilai Rp1,8 miliar beberapa waktu lalu.

"Klaster tambak ini Pemerintah bangun untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat jadi naik,” ujar Menteri Trenggono di lokasi.

“Target saya bagaimana indeks kesejahteraannya meningkat 140. Dengan demikian maka kesejahteraan masyarakat petambak akan meningkat," sambungnya.

Baca juga: Terkait Surat Bupati Simeulue & Dishub Aceh Soal Kapal Penyeberangan, Ini Jawaban ASDP Singkil

Baca juga: Menteri KKP RI Trenggono: Tambak Udang KKP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect

Kawasan tambak terdiri dari sembilan petak dengan luasan masing-masing 1.800 meter persegi.

Tambak dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tandon air.

Saat ini KKP membangun lagi klaster tambak udang vaname di Desa Paya Gajah, Aceh Timur.

Per petak tambak seluas 3.000 meter persegi dengan total sebanyak delapan petak.

Tambak yang dijadwalkan pembangunannya selesai pada November 2021 ini ditargetkan bisa memproduksi 34,5 ton per hektare per tahun.

Trenggono menjelaskan, tadinya tambak-tambak tersebut dikelola secara tradisional oleh masyarakat.

Kemudian melalui program KKP, tambak direvitalisasi menjadi tambak udang model klaster dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya dan lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Belajar dari Prajurit TNI, Raup Jutaan Rupiah dari Budi Daya Udang Vaname

Melalui program revitalisasi ini, KKP menargetkan peningkatan hasil panen udang vaname dari rata-rata 0,6 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved