Rabu, 10 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Kepala SMK N 5 Telkom Banda Aceh Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Sayangnya, disaat Dewi mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji, salah satu promotornya lebih dahulu menghadap Sang Khaliq

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM /MASRIZAL
Dr Herlina Dewi SPd MPd berfoto bersama dewan penguji seusai sidang promosi doktor di Kampus Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (9/9/2021). SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL 

Sayangnya, disaat Dewi mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji, salah satu promotornya lebih dahulu menghadap Sang Khaliq

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala SMK N 5 Telkom Banda Aceh, Dr Herlina Dewi SPd MPd meraih gelar akademik doktor dengan predikat cumlaude setelah mempertahankan disertasi dalam sidang promosi doktor di Kampus Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (9/9/2021).

Perempuan yang akrab disapa Dewi ini menulis disertasi dengab judul 'Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Menangulangi Kenakalan Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Banda Aceh'.

Sidang ujian terbuka ini merupakan kelanjutan dari proses studi Dewi sejak tahun 2017. Dalam meraih gelar S3, istri Aiptu Salaudin SH, Ajudan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) ini dibimbing oleh dua promotor yaitu Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA dan Dr Azhar M Nur MPd.  

Sayangnya, disaat Dewi mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji, salah satu promotornya lebih dahulu menghadap Sang Khaliq yaitu Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA yang meninggal pada Sabtu, 14 Agustus 2021, setelah terpapar Covid-19. 

Sedangkan dewan penguji terdiri atas Prof Dr H Mukhsin Nyak Umar MA, Dr Yusra Jamali MPd, Dr Azhar M Nur MPd, Prof T Zulfikar MEd, Dr Syabuddin Gade MAg, Dr Muslim RCL SH MH MAg, dan Dr Saifullah Idris MAg.

Dalam sidang yang dibuka oleh Prof Mukhsin Nyak Umar itu, Dewi menyampaikan pidato pertanggungjawab akademik atas hasil penelitiannya terkait cara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK di Banda Aceh menanggulangi kenakalan remaja.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penanggulangan kenakalan remaja yang dilaksanakan guru PAI di SMK di Kota Banda Aceh dilakukan melalui kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian dengan memberikan bimbingan keagamaan,” ungkapnya.

Diakhir pidatonya, perempuan kelahiran 6 Juni 1979 di Desa Lawe Sagu, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara ini sedikit mengenang memori bersama almarhum Prof Farid Wajdi Ibrahim.

Sesi ini paling terharu dan membuat ruang sidang menjadi hening.

Sebelum meraih doktor, Dewi tercatat memiliki banyak pengalaman kerja mulai dari Guru Bahasa Inggris di SMK N 1 Abdya, Guru Bahasa Inggris di SMK N 1 Banda Aceh dari tahun 2006-2019, dan Dirictress Internasional School Tahun 2006 sampai 2017.

Ia juga juri guru berprestasi tingkat Kota Banda Aceh dan tingkat provinsi dari tahun 2013. Selain aktif dalam pelatihan, seminar dan lokakarya pengembangan profesi, Dewi terlibat aktif dalam menulis buku maupun jurnal ilmiah.(*)

Baca juga: Polisi Sasar Kampus Suntik Mahasiswa di Pidie, Sebagian Minum Air Kelapa Usai Divaksin

Baca juga: Disdukcapil Sediakan Layanan untuk Lansia dan Orang Sakit ke Rumah, Hubungi Nomor Telepon Ini

Baca juga: Tambah Tujuh, Nakes RSU Cut Meutia Aceh Utara yang Jalani Isolasi Mandiri jadi 21 Orang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved