Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Internasional

Presiden Taiwan Kerahkan Kapal Perang Angkatan Laut Buatan Dalam Negeri

Presiden Taiwan mengerahkan kapal perang baru Angkatan Laut buatan dalam negeri pada Kamis (9/9/2021). Hal itu sebagai bagian dari rencana pulau itu

Editor: M Nur Pakar
AP/Chiang Ying-ying
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, ketiga dari kanan, berfoto bersama dengan petugas selama upacara peresmian kapal perang Ta Jiang buatan dalam negeri di pangkalan Angkatan Laut Suao di Yilan, Taiwan, Kamis (9/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM, SU'AO - Presiden Taiwan mengerahkan kapal perang baru Angkatan Laut buatan dalam negeri pada Kamis (9/9/2021).

Hal itu sebagai bagian dari rencana pulau itu untuk meningkatkan kapasitas pertahanan pribumi di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

Presiden Tsai Ing-wen berbicara di sebuah pangkalan angkatan laut di Su'ao, di pantai timur pulau itu.

Di mengatakan kapal itu membuktikan jalan menjadi mandiri dalam pertahanan nasional.

"Tidak peduli kesulitan apa pun yang muncul, kita dapat mengatasinya satu per satu,” katanya.

Kapal yang dikenal sebagai Ta Jiang dijuluki “pembunuh kapal induk” ini dibangun oleh Lung Teh Shipbuilding Co., sebuah perusahaan Taiwan.

Kapal tersebut dirancang memiliki kemampuan pertahanan udara dan dapat membawa rudal anti kapal.

Baca juga: Reaksi China atas Perjalanan Kapal Perang AS Melintasi Selat Taiwan

Ini adalah yang pertama dari enam jenisnya yang akan ditugaskan oleh angkatan laut.

Tsai telah menjadikan peningkatan industri pertahanan domestik Taiwan sebagai prioritas.

Dia telah mendorong industri penerbangan militer dengan produksi jet latih baru.

Presiden juga menyerukan pengembangan sistem yang lebih canggih dengan memanfaatkan industri teknologi tinggi di pulau itu.

Selain itu, Taiwan saat ini memproduksi kapal selam sendiri setelah empat tahun penelitian dan desain.

Tsai Ing-wen memutuskan untuk membangun sendiri setelah Beijing berhasil mencegahnya membeli kerajinan semacam itu dari luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

China mengklaim Taiwan bagian dari wilayah nasionalnya, meskipun keduanya telah berfungsi secara independen sejak perang saudara pada tahun 1949.

Baca juga: China Kecam AS Setelah Pentagon Setujui Penjualan Sistem Artileri Howitzer Ke Taiwan

Beijing secara terbuka mengatakan mencari penyatuan kembali secara damai dengan Taiwan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved