Sabtu, 9 Mei 2026

Jangan Anggap Sepele Virus Corona Varian Mu, Wapres Minta Pintu Masuk RI Diperketat

Anggota Komisi IX DPR Darul Siska berpendapat, kebijakan memperketat orang masuk ke Indonesia harus dilaksanakan secara tegas.

Tayang:
BRANDON BELL/GETTY IMAGES/AFP
Teknisi Laboratorium di lab Diagnosis Genview, Houston, Texas menganalisis sampel Covid-19. Di seluruh wilayah Houston, pengujian meningkat signifikan menyusul meningkatnya infeksi varian Delta. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Virus covid-19 varian baru Mu yang kini sudah dideteksi masuk ke beberapa negara harus betul-betul diwaspadai.

Indonesia perlu belajar dari kasus varian Delta yang masuk dari India.

"Waktu itu warga India ke Indonesia lewat udara tanpa seleksi dan prosedur yang ketat. Oleh sebab itu kasus seperti itu tidak boleh terulang kembali," ujar Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi dalam pernyataannya, Jumat (10/9/2021).

Menurut Nurhadi, protokol kesehatan tetap harus menjadi protokol baru dalam kehidupan masyarakat, terutama disiplin mengenakan masker.

"Kita berharap pemerintah terus menerus melakukan sosialisasi tentang disiplin prokes, termasuk setelah pandemi ini," ujar Nurhadi.

Baca juga: Buron 13 Tahun, Kejari Tangkap Mantan Anggota DPRD yang Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar

Baca juga: Inggris Keluarkan Peringatan Keras, Penguasa Taliban Dapat Memicu Serangan Teror ke Barat

Baca juga: Bush Tuntut Warga AS Tahu, Islam Damai dan Serangan 11 September 2001 Sebagai Penyimpangan Agama

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Darul Siska berpendapat, kebijakan memperketat orang masuk ke Indonesia harus dilaksanakan secara tegas tanpa pandang bulu.

"Dan setiap orang masuk ke Indonesia harus diperiksa dan dimonitor secara teliti untuk mencegah masuknya varian-varian baru Covid 19," ujar Darul.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan covid varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin serta antibodi.Penyintas Covid-19 tetap berpotensi terinfeksi varian Mu.

"Terinfeksi Delta, terinfeksi Alpa, ya bisa terinfeksi dengan Mu," katanya.

Dicky mendukung langkah pemerintah memperketat pintu masuk negara. Menurut dia, bagi warga yang masuk ke Indonesia tidak cukup hanya menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

"Tapi karantina efektif selama tujuh hari bagi yang sudah divaksin lengkap dengan vaksin yang efektif misal messenger RNA, kemudian tesnya negatif. Kalau yang belum vaksin lengkap karantina 14 hari, kemudian tesnya negatif," ujarnya.

Disiplin protokol kesehatan, vaksinasi, serta penerapan tracing, testing, treatment (3T) tetap menjadi solusi efektif untuk mencegah penularan covid-19 varian Mu. Prokes tidak cukup hanya 3M, tapi harus 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.

"Sebetulnya reaksi, respons, atau strateginya tetap sama, yaitu 3T, 5M dan vaksinasi," kata Dicky.

Baca juga: Dari Serangan 9/11, Dunia Baru Terbentuk, Timur Tengah dan Afrika Babak Belur, China Bangkit

Baca juga: Polda Aceh dan UIN Ar-Raniry Gelar Vaksinasi Hingga Besok, Target untuk 1.000 Mahasiswa serta Umum

Baca juga: Keluarga Korban Serangan 11 September 2001 Kecam Kritikan Jatuhnya Kabul Sama Seperti Saigon

Senada, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi tentang munculnya varian baru Covid-19, yaitu varian Mu.

Menurutnya, hal yang dilakukan sekarang selain pencegahan dari dalam melalui 3M, testing, tracing, dan vaksinasi, perlu dilakukan juga pengetatan pada seluruh pintu masuk wilayah Indonesia agar kemunculan varian baru ini dapat ditangkal lebih awal.

"Diperketat saja pintu masuknya supaya mereka yang masuk kalau memang nanti membawa varian baru itu sudah bisa dicegah lebih awal, baik di lapangan udara maupun di pintu laut, itu semua dilakukan pengetatan-pengetatan," kata Ma'ruf dalam keterangan Setwapres yang diterima Tribun.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved