Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Mursil Minta Tambahan Dokter dari Dinkes Aceh, Kejar Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Aceh Tamiang

Namun begitu, terbatasnya jumlah dokter disebut-sebut berpotensi menggagalkan pencapaian target tersebut.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Dokter saat melakukan skrining terhadap masyarakat yang akan divaksin di Kampung Kesehatan, Aceh Tamiang, Jumat (10/9/2021). Terbatasnya jumlah dokter dikhawatirkan menjadi hambatan realisasi 50 persen vaksinasi pada tahun 2021. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang menargetkan realisasi vaksinasi Covid-19 tercapai 50 persen pada akhir tahun ini.

Namun begitu, terbatasnya jumlah dokter disebut-sebut berpotensi menggagalkan pencapaian target tersebut.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil mengungkapkan, sejauh ini vaksinasi sudah dilakukan terhadap sekira 70 ribu masyarakat Aceh Tamiang.

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi  ini, Satgas Covid-19 Aceh Tamiang terus menggalakkan program vaksinasi dengan memperluasnya ke sekolah dan warga lanjut usia.

"Kalau TNI/Polri sudah selesai, PNS sedikit lagi, hari ini kita mulai mengarahkannya ke ulama, dayah, sekolah SMA sederajat dan lansia," kata Mursil, Sabtu (11/9/2021).

Mursil menambahkan, menurunnya jumlah pasien Covid-19 ini membantu pemerintah daerah dalam menggencarkan vaksinasi.

Baca juga: Turun Drastis, Pasien Pinere Kini Tersisa 8 Orang, Ini Kendala Percepatan Vaksinasi di Aceh Tamiang

Baca juga: Nagan Raya Kembali Gelar Vaksinasi Massal Serentak, Sasar Keluarga Polisi, Siswa hingga Masyarakat

Baca juga: VIDEO Bantu Percepatan Vaksinasi, Kampung Kesehatan Aceh Tamiang Sediakan Doorprize

Dia kembali menegaskan, Pemkab Aceh Tamiang telah menargetkan 50 persen warga menerima vaksin pada Desember 2021.

"Hari ini baru sekitar 70 ribu yang divaksin, target kita akhir tahun minimal 50 persen sudah tervaksin," sambungnya.

Mursil mengakui, realisasi target ini terkendala dengan ketersediaan vaksin.

Namun menurutnya stok vaksin bukan persoalan utama karena sudah dijamin oleh pemerintah pusat.

"Vaksin hanya mekanisme pengirimannya saja, yang kendala utama itu justru dokter kita yang kekurangan personel," ungkapnya.

Minimnya jumlah dokter ini sangat memengaruhi proses tahapan vaksinasi karena garda terdepan untuk skrining pasien.

Baca juga: Polda Aceh dan UIN Ar-Raniry Gelar Vaksinasi Hingga Besok, Target untuk 1.000 Mahasiswa serta Umum

Baca juga: Ratusan Siswa SMKN 6 Langsa Ikuti Vaksinasi Massal, Sasaran Hari Pertama 185 Orang

Baca juga: Ikhtiar Lawan Covid -19, Bupati Aceh Selatan Ajak Semua Pihak Sukseskan Vaksinasi

"Skrining ini harus dokter, paramedis tidak boleh. Jumlah dokter kita masih kurang untuk melayani semua posko yang telah disediakan," sambungnya.

Mursil mengharapkan, Dinas Kesehatan Aceh bersedia membantu kendala ini dengan mengerahkan dokter dari Banda Aceh untuk membantu pelayanan vaksinasi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved