Selasa, 28 April 2026

Berita Luar Negeri

Donald Trump Khawatir Banyak Senjata AS di Afghanistan Dimanfaatkan Rusia dan China

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali angkat bicara mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan

Editor: Muhammad Hadi
AFP/Hoshang Hashimi
Pejuang Taliban berada di atas kendaraan Humvee dalam rapat umum di Kabul, Afghanistan, Selasa (31/8/2021). 

Kekhawatiran Trump ini didasarkan pada dekatnya China dan Rusia dengan Taliban belakangan ini.

Kedua negara rival AS tersebut telah berulang kali menunjukkan perhatian lebih kepada Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Anggota pasukan elite Taliban‚ Batalyon Badri 313‘ berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, pada Selasa (31/8/2021), setelah Amerika Serikat menarik semua pasukannya dari Afghanistan.
Anggota pasukan elite Taliban‚ Batalyon Badri 313‘ berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, pada Selasa (31/8/2021), setelah Amerika Serikat menarik semua pasukannya dari Afghanistan. (AFP/WAKIL KOHSAR)

Bukan tidak mungkin jika dalam waktu dekat keduanya akan datang untuk melakukan pembicaraan resmi dengan petinggi Taliban.

Lebih lanjut, Trump juga meragukan gagasan bahwa perang AS di Afghanistan telah berakhir.

Trump juga meragukan latar belakang orang-orang Afghanistan yang dievakuasi ke AS.

Baca juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Jauh, Mampu Hantam Sasaran hingga 1.500 Km

Orang-orang dengan latar belakang tidak jelas ini dinilai bisa menjadi masalah baru di AS.

"Mereka belum tentu penerjemah, mereka adalah orang-orang yang terburu-buru naik ke pesawat.

Mereka akan menjadi teroris karena mereka sangat kuat dan sangat energik saat naik ke pesawat," lanjut Trump.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memperkirakan setidaknya ada 170 buah perlengkapan militer yang ditinggalkan AS di Afghanistan.

Baca juga: Pasukan Taliban Penggal Kepala Tentara Afghanistan, Merayakan Sambil Memuji Pemimpin Mereka

Menurut Kepala Jenderal CENTCOM Kenneth McKenzie, sebagian besar di antaranya telah didemiliterisasi atau dibuat tidak dapat dioperasikan.

Melansir USA Today, setidaknya terdapat 70 kendaraan tahan ranjau, 27 mobil Humvee, dan 73 pesawat.

Namun Jenderal McKenzie meyakinkan bahwa seluruh pesawat tidak akan bisa diterbangkan lagi.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, sejumlah besar peralatan militer telah disita oleh Taliban.

Para pejabat militer juga sangat meragukan bahwa Taliban akan mengembalikannya kepada AS.(*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul Trump sebut Rusia dan China bisa merekayasa sisa senjata AS di Afghanistan

Baca juga: 4 Wanita Muda Ditangkap di Meulaboh, Sering Dibooking Pekerja Luar Aceh, Para Pria Lari dari Kamar

Baca juga: Harga Emas Hari Ini, Senin (13/9/2021), Berikut Rincian Harga Emas Per Gram

Baca juga: Mulai Dekat dengan AS, Sudan akan Tinjau Ulang Keberadaan Pangkalan AL Rusia di Laut Merah

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved