Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Lebanon Cari Bantuan ke IMF, Upaya Mengakhiri Krisis Ekonomi Terburuk di Dunia

Presiden Lebanon, Michael Aoun akhirnya bersedia mencari bantuan ke badan moneter internasional (IMF). Dia menyampaikan dalam pertemuan dengan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/Hussein Malla
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati, meninjau pengawal kehormatan selama upacara yang diadakan pada hari pertama menjabat, di Gedung Pemerintah Kota Beirut, Lebanon, Senin (13/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Presiden Lebanon, Michael Aoun akhirnya bersedia mencari bantuan ke badan moneter internasional (IMF).

Dia menyampaikan dalam pertemuan dengan pemerintah baru Lebanon pada Senin (13/9/2021) dengan seruan melanjutkan pembicaraan dengan IMF.

Dia beralasan, IMF akan mamu memulai pemulihan dari salah satu krisis ekonomi terburuk dunia dalam lebih dari satu abad.

Dilansir AP, misi paling mendesak dari 24 anggota Kabinet selama beberapa minggu mendatang membantu memperbaiki kondisi di negara berpenduduk 6 juta, termasuk satu juta pengungsi Suriah.

Lebih dari separuh penduduk sekarang hidup dalam kemiskinan di tengah pemadaman listrik yang berkepanjangan dan kekurangan bahan bakar dan obat-obatan yang parah.

Presiden Michel Aoun mengatakan kebijakan pemerintah harus mencakup dimulainya kembali pembicaraan dengan IMF, yang ditangguhkan tahun lalu.

Baca juga: PBB Alokasikan Rp 142,5 Miliar Untuk Pembelian Bahan Bakar Rumah Sakit Lebanon

Dia juga menyerukan rencana memerangi korupsi.

Kemudian, bergerak maju dengan penyelidikan ledakan besar tahun lalu di pelabuhan Beirut.

Dimana, menewaskan sedikitnya 214 orang, melukai lebih dari 6.000 orang dan merusak sebagian ibukota.

Pembentukan pemerintahan baru pada Jumat (10/9/2021) terjadi setelah kebuntuan selama 13 bulan.

Salah satu periode terpanjang di Lebanon tanpa pemerintahan yang berfungsi penuh pada saat negara itu tergelincir lebih dalam ke dalam kekacauan keuangan dan kemiskinan.

Menteri Penerangan George Kordahi mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan itu, Perdana Menteri Najib Mikati berencana mengadakan pertemuan Kabinet yang intens.

hal itu untuk memperbaiki hal-hal yang memiliki efek langsung pada warga negara.

Baca juga: Uni Eropa Khawatirkan Kemerosotan Tajam Lebanon, Desak Bentuk Pemerintahan Baru

Kordahi mengutip Mikati, seorang pengusaha miliarder yang menjabat dua kali sebelumnya sebagai perdana menteri, mengatakan dalam pertemuan itu bahwa:

"Orang-orang mencari tindakan dan tidak peduli lagi tentang pembicaraan dan janji."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved