Kamis, 28 Mei 2026

JURNALISME WARGA

Melirik Pesona Tersembunyi Sungai Sabet Lamno

Aceh Jaya menyimpan banyak pesona wisata. Salah satunya adalah Sabet. Destinasi wisata yang terletak di Lamno, Aceh Jaya

Tayang:
Editor: hasyim
FOTO IST
INTAN MAKFIRAH alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, melaporkan dari Aceh Jaya 

INTAN MAKFIRAH alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, melaporkan dari Aceh Jaya

Aceh Jaya menyimpan banyak pesona wisata. Salah satunya adalah Sabet. Destinasi wisata yang terletak di Lamno, Aceh Jaya, dapat ini ditempuh dalam waktu 1 jam 40 menit dari Kota Banda Aceh, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Meski harus menempuh perjalanan yang terbilang cukup jauh dan memakan waktu hampir dua jam, semuanya terbayar lunas dengan suguhan pemandangan saat memasuki daerah Lamno.

Lokasi ini menyajikan pemandangan yang sangat indah. Pengunjung ke lokasi ini terlebih dahulu melewati perkampungan yang masih asri yang terdapat banyak pohon durian dan pohon kopi robusta. Karena banyaknya pepohonan, Sabet menjadi daerah yang suhunya lebih dingin dibandingkan tempat lainnya di Lamno.

Namun, belum banyak wisatawan yang mengetahui lokasi ini. Hanya beberapa orang saja yang tahu, itu pun kebanyakan adalah orang asli Lamno. Hal ini membuat lokasi ini masih terjaga keasriannya.

Sabet merupakan sebuah desa yang sungainya sangat jernih dan banyak bebatuan menghiasinya.

Lokasi ini sudah menjadi destinasi wisata, hanya saja belum banyak orang yang berkunjung karena keberadaannya seakan tersembunyi dari dunia luar. Semakin banyak wisatawan yang tertarik berkunjung ke lokasi ini, sangat mungkin membuat Sabet menjadi banyak diminati nantinya.

Karena belum banyak wisatawan yang menghabiskan waktunya di sini, sehingga di sekitaran Sungai (Krueng) Sabet belum banyak tersedia fasilitas. Warung pun hanya terdapat satu yang berjualan hanya pada saat weekend. Maka dari itu, untuk mendatangi Sabet, pengunjung harus siap dengan stamina yang kuat juga bekal makanan dan minuman yang cukup.

Meski demikian, kita tidak akan menyesal jika sudah berkunjung ke lokasi ini. Hamparan sungai yang jernih dihiasi pepohonan rimbun dan bebatuan langsung dapat melepaskan penat selama menempuh perjalanan. Di kanan dan kiri jalan mata kita akan dimanjakan oleh keindahan alam yang penuh dengan warna hijau, bukti keasrian yang masih terjaga.

Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa teman mengunjungi lokasi ini. Salah satu teman yang memang berasal dari Lamno menginformasikan bahwa Sabet merupakan destinasi yang patut dikunjungi. Tertarik dengan ceritanya, kami pun memutuskan segera mengunjungi Sabet.

Setelah mendapatkan waktu yang pas, kami akhirnya sepakat pergi mengunjungi Krueng Sabet. Sepanjang perjalanan dari Banda Aceh, kulit terpapar sengatan sinar matahari bercampur dengan debu dan asap dari kendaraan bermotor, karena kami pergi naik sepeda motor.

Lalu ketika memasuki daerah Lamno, semua itu berganti dengan udara segar dari banyaknya pepohonan yang berjejer di sepanjang jalan. Tentu sangat menyenangkan melakukan perjalanan panjang sambil menikmati keindahan alam di sepanjang jalan. Karena menggunakan sepeda motor, udara segar jadi lebih terasa menyentuh kulit, yang dapat merilekskan pikiran dari hiruk pikuk perkotaan.

Sesampai di lokasi, saya dan teman-teman lainnya langsung terpukau dengan keindahan panorama alam yang tersaji di Sabet. Kesejukan langsung menyapa kami sehingga pikiran langsung terasa jernih. Tak tahan melihat air sungai yang tampak sangat bening, kami pun memutuskan langsung terjun membasuh kaki di air sungai yang tak hentinya mengalir. Arus sungai yang tidak terlalu deras memudahkan pengunjung jika ingin bermain air atau bahkan mandi di sini. Terdapat bebatuan besar di sekitaran sungai, sehingga saya putuskan untuk duduk sejenak di sana yang kemudian diikuti oleh beberapa teman.

Sebagian teman terlihat sudah masuk ke sungai dan tampak ceria mencipratka air ke sana kemari. Di sekitar sungai terdapat gunung yang rimbun oleh dedaunan dari aneka tumbuhan, sehingga menambah daya tarik tersendiri lokasi ini.

Karena memang belum banyak wisatawan yang mengetahui daerah ini, maka untuk memasukinya masih tidak dikenakan pungutan apa pun. Para pengunjung hanya perlu menjaga kebersihan dan keasrian lokasi ini saja.

Tak tahan melihat keseruan teman-teman yang bermain air, saya pun memutuskan untuk ikut bermain. Memasuki sungai, kaki langsung merasakan sejuknya air sungai yang datang dari pegunungan. Banyak pula bebatuan di sekitarnya yang bisa dijadikan tempat untuk duduk saat sudah merasa lelah. Teman-teman yang lain telah tampak basah sekujur tubuh. Sejak awal mereka memang punya niatan untuk mandi. Tampak semburat keceriaan di wajah mereka.

Tak ingin kehilangan momen, saya memutuskan untuk mengambil handphone dan mulai berselfie-ria. Dengan latar pemandangan indah, momen ini akan melengkapi koleksi foto wisata saya. Kami bergantian berfoto, dari foto di pinggir sungai, sampai foto di atas batu besar, semua kami lakukan selagi berada di lokasi ini.

Puas mengabadikan diri, saya pun mengabadikan foto pemandangan sekitar. Mata terus takjub tak hentinya menikmati lukisan alam yang terpampang nyata. Penat akibat pekerjaan dan perkuliahan dapat terlupakan sejenak ketika telah dapat menggapai lokasi yang menenangkan ini.

Lokasi ini sangat cocok dijadikan tempat wisata baik bersama teman maupun bersama keluarga dan kerabat. Tentu akan menjadi momen tak terlupakan, jika telah menghabiskan waktu di tempat ini. Namun, jika membawa anak kecil para wisatawan diharapkan dapat mengawasi mereka dengan baik, karena walau bagaimanapun sungai yang penuh bebatuan akan membahayakan jika tidak berhati- hati.

Sangat disayangkan bagi para pencinta alam jika tidak mengetahui lokasi ini, karena Sabet dijamin bisa menjadi destinasi yang tepat bagi mereka yang mencintai tempat wisata alami.

Usai berfoto, saya memilih duduk di bebatuan sekitaran sungai untuk sekadar dapat membasuh kaki sambil melihat rekan-rekan yang bersuka cita bermain air. Seakan tak ada lelahnya, mereka masih tampak segar bermain air walau sudah memakan waktu hampir satu jam.

Memasuki siang hari, perut mulai keroncongan, kami pun segera mengeluarkan bekal yang sudah kami siapkan. Memang paling nikmat, makan di pinggir sungai bersama- sama sambil menikmati keindahan alam sekitar. Kami bercengkerama sambil berbagi cerita mengenai halhal yang telah dilewati, termasuk pengalaman saat masih kuliah. Sesekali terdengar tawa dan cekikikan karena mendengar cerita yang lucu. Ada banyak hal yang dapat dibagi dan diceritakan ketika berkumpul bersama. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang untuk menikmati lokasi baru, melainkan juga ajang untuk mempererat keakraban antarteman. Segala cerita mengenai kesibukan masing- masing dapat dituangkan saat momen berkumpul bersama. Setelah makan, kami memasukkan sampah ke dalam plastik yang memang sengaja kami bawa. Hal ini untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan. Tentu sangat penting selalu menjaga lokasi wisata untuk tetap asri dan bersih.

Seusai santap siang dan bebersih, kami melanjutkan bermain air sambil sesekali berfoto. Beberapa teman ada yang hanya sekadar menonton sambil terus bercerita.

Setelah hari mulai menjelang sore dan telah puas bermain, kami pun sepakat untuk kembali pulang.

Momen kali ini benar-benar menjadi momen yang takkan terlupakan. Kami pun kembali menempuh perjalanan dengan sepeda motor menuju Kota Banda Aceh, meninggalkan Sabet, Lamno, dengan segala keindahannya. Di dalam hati saya berjanji akan segera kembali ke tempat yang 'ngangenin' ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved