Internasional
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi Perbarui Mekanisme Masuk Kerajaan
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperbarui mekanisme dan prosedur masuk bagi penumpang yang tiba di Kerajaan.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH- Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperbarui mekanisme dan prosedur masuk bagi penumpang yang tiba di Kerajaan.
Hal itu terkait upaya pengendalian pandemi virus Corona.
Langkah-langkah baru mulai berlaku pada Kamis (16/9/2021).
Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) mengatakan penumpang setidaknya sudah disuntik satu dosis Vaksin Covid-19 yang disetujui di Kerajaan.
Sehingga, akan diizinkan masuk, asalkan penumpang menyerahkan tes PCR negatif yang diambil 72 jam sebelum penerbangan.
Penumpang juga harus menjalani karantina institusional selama lima hari.
Baca juga: Dua Pejabat Arab Saudi Dituduh Bantu Dua Pembajak Serangan 11 September 2001 Saat di Amerika Serikat
Juga harus mengikuti tes PCR dalam waktu 24 jam setelah kedatangan pada hari kelima.
Individu harus memperhatikan waktu tes mereka diambil melalui aplikasi Tawakkalna.
Masa karantina institusional berakhir dengan munculnya hasil tes negatif, kata GACA.
Badan penerbangan sipil juga mencatat aturan yang sama akan berlaku untuk penumpang yang telah diinokulasi.
Dengan setidaknya dosis vaksin yang tidak disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau otoritas kesehatan Arab Saudi, atau jab yang disetujui WHO, tetapi tidak disetujui di Kerajaan.
Sementara itu, GACA mengatakan tanggungan yang tidak divaksinasi di bawah 18 tahun yang bepergian dengan kerabat yang divaksinasi penuh harus menjalani karantina rumah lima hari.
Baca juga: Keluarga Korban Serangan 9/11 Melihat Titik Balik Perjuangan Mengungkapkan Peran Arab Saudi
Kemudian, harus mengikuti tes PCR pada hari kelima.
Tanggungan yang tidak divaksinasi yang berusia delapan belas tahun atau lebih harus menjalani karantina institusional, GACA menambahkan.
Otoritas juga menekankan bahwa penumpang yang menyelesaikan karantina institusional harus melengkapi dosis vaksin Covid-19.
Individu yang diberi vaksin Sinopharm dan Sinovac, saat ini tidak disetujui di Arab Saudi.
Karena harus mendapatkan lagi dosis booster dari salah satu vaksin yang tersedia di Kerajaan setelah kedatangan.(*)
Baca juga: Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi Tegaskan Limbah Masker Sangat Berbahaya, Tidak Bisa Didaur Ulang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-arab-saudi-tiba-di-bandara-riyadh.jpg)